17 Mei 2014
TIPS MOBIL

Mendeteksi Penyebab Mengeluarkan Asap Putih Dan Mesin Mobil Bergetar


Permasalahan pada mesin mobil yang sering terjadi adalah penurunan performa mesin seperti tenaga/ akselerasi, getaran mesin yang lebih besar, sampai munculnya asap putih pada knalpot mobil. Kali ini kita akan membahas mengenai cara mengidentifikasi kerusakan mesin melalui gejala dan sedikit pemeriksaan.

Hal yang kerap terjadi pada mesin mobil adalah mesin pincang dan asap putih, mesin pincang disini berarti ada ketidakseimbangan pada ruang bakar (silinder) dalam mesin mobil yang mana biasanya mobil memiliki 4 atau lebih silinder, jika 1 dari 4 silinder tersebut bermasalah bisa dikatakan mesin pincang. Mesin pincang ini bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti busi mati, injektor buntu, tekanan kompresi yang lebih lemah pada salah satu silinder.

Sedangkan keluarnya asap putih pada bagian knalpot mobil disebabkan oleh ausnya komponen ring piston atau seal klep, ausnya ring piston atau seal klep akan menyebabkan meresapnya oli dari mesin ke ruang bakar sehingga oli ikut terbakar, dan hasil dari pembakaran oli tersebut adalah asap putih yang keluar melalui knalpot mobil.

Keluarnya asap putih maupun kondisi mesin mobil yang pincang biasanya membuat kompresi pada ruang bakar (silinder) mobil berkurang, jika kompresi berkurang maka pembakaran bahan bakar menjadi tidak efektif, tenaga berkurang dan boros bahan bakar. Untuk mengetahui dimana letak kerusakan atau permasalahan pada mesin, kita akan melakukan identifikasi pada kompresi.

Berikut yang mempengaruhi turunnya kompresi mesin :
- Gasket silinder head bocor atau terbakar
- Silinder block retak
- Piston retak atau berlubang
- Seal klep bocor
- Silinder head block retak atau melengkung
- Klep bocor
- Ring piston aus atau bocor

Untuk mengetahui silinder yang mana mengalami kebocoran tekanan (penurunan kompresi) bisa menggunakan alat ukur kompresi yakni Compression Tester, sebagai catatan tekanan untuk mobil diesel dan bensin berbeda yang mana kompresi mobil diesel jauh lebih besar daripada mesin bensin, berikut prinsipnya:

- Mobil bensin idealnya memiliki tekanan ruang bakar (kompresi) antara 140 Psi hingga 220 Psi (9,5 Bar hingga 15 Bar).
- Mobil mesin diesel idealnya memiliki kompresi ruang bakar 600 Psi atau 42 Bar.
- Mobil bensin dikatakan kompresinya kurang jika memiliki tekanan (kompresi) kurang dari 100 Psi atau 7 Bar.
- Selisih tekanan pada masing-masing silinder dikatakan cukup baik jika pada masing-masing silinder terpaut tekanan tidak lebih dari 7,2 Psi atau 0,5 Bar.

Jika pecinta otomotif ingin memeriksa berapa tekanan pada ruang bakar mobil diesel hendaknya memilih alat tester yang memiliki range cukup besar yakni sampai 1000 Psi atau 70 Bar, mengingat karakteristik mobil diesel adalah memanfaatkan tekanan tinggi untuk membakar solar.

Cara di atas dapat momoners lakukan sendiri, bila momoners tidak yakin maka dapat di check pada mekanik ahli untuk lebih mengetahui kendala yang terdapat pada mesin momoners.      ..... (w33)

viewed :: 110347
Berita Terkait Lainnya :