27 Mei 2013
HEADLINE MOTOR

Kecelakaan Lalu Lintas Masih Didominasi Sepeda Motor


Sepanjang 10 tahun terakhir, 2003-2012, sekitar 61 juta kendaraan masuk ke pasar dalam negeri. Dari total itu, mudah ditebak mayoritas ialah sepeda motor. Sepeda motor menyumbang 90,18%, sedangkan sisanya ialah mobil, yakni 9,82%.

Dalam rentang waktu itu, rata-rata pertumbuhan penjualan sepeda motor menyentuh sekitar 18%. Sebuah angka yang amat signifikan bagi industri terkait. Buntutnya, kalau merujuk data Kepolisian Republik Indonesia, per akhir 2012 populasi sepeda motor menyentuh angka 77,7 juta unit.

Diam-diam, sepeda motor juga menyisakan pekerjaan rumah bagi kita semua. Tentu terutama bagi para penunggang yang terjerembab lantaran kecelakaan lalu lintas jalan.
Pada 2012, keterlibatan sepeda motor masih bercokol di angka 64% dari keseluruhan kendaraan yang terlibat kecelakaan. Tiap jam diperkirakan satu pengendara motor tewas akibat kecelakaan di Indonesia. Jangan heran, di dunia rata-rata 32 pengendara motor tewas setiap jam.

Menurut Ketua Road Safety Association Edo Rusyanto, banyak hal di jalan raya yang dianggap sepele, padahal bukan tidak mungkin berujung petaka. Salah satunya ialah soal pemakaian helm. "Berdalih hanya jarak dekat, ada pemotor yang beranggapan tak perlu memakai helm. Sebuah sudUt pandang yang bertolak belakang pada fakta bahwa kecelakaan bisa terjadi kapan dan di mana saja. Kecelakaan tak pernah mengenal jarak," jelasnya.

Edo menambahkan, urusan memakai helm mestinya tidak ada kaitannya dengan jarak. Kalau petaka tiba, fatalitas pengendara motor tak berhelm bisa lebih rentan. Sebab, mayoritas kematian pengendara motor akibat kecelakaan dipicu luka di kepala. Terutama ketika kepala tidak dilindungi helm sebagai perisai keselamatan.

Berdasarkan data Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri), keterlibatan sepeda motor dalam suatu kecelakaan menurun dari 70,54% menjadi 64,21%. Tahun lalu, total kendaraan yang terlibat kecelakaan mencapai hampir 173 ribu unit. Jika melihat data yang ada, angka itu melemah jika dibandingkan dengan 2011 yang berjumlah 215 ribu kendaraan.

Untuk itu, berhati-hatilah dalam berkendara, sebab walau kita sudah berhati-hati, bisa jadi orang lain yang ceroboh dalam berkendara.

viewed :: 11548
Berita Terkait Lainnya :