Mazda CX-6e Jadi SUV Listrik Futuristis, Tetapi Dipertanyakan Karakternya
GARASI - MOBIL
16 Oktober 2026

Mazda CX-6e menjadi salah satu produk yang memperlihatkan perubahan pendekatan Mazda dalam menghadapi persaingan kendaraan listrik. SUV listrik tersebut dikembangkan melalui usaha patungan Mazda dan Changan untuk memenuhi kebutuhan pasar China, dengan desain futuristis yang berbeda dari karakter produk Mazda lainnya.

Dalam waktu enam bulan, Mazda menghadirkan dua SUV baru dengan pendekatan yang berbeda. Mazda CX-5 dikembangkan dari pusat desain dan teknik perusahaan di Hiroshima, Jepang, sementara CX-6e lahir melalui kerja sama dengan Changan dan secara khusus didorong oleh kebutuhan pasar China.

CX-5 merupakan penerus langsung model Mazda yang selama dua dekade menjadi salah satu produk terpenting perusahaan. Karena memiliki basis pelanggan yang tersebar di Jepang, Australia, Amerika Serikat, serta menjadi bagian penting dari penjualan Mazda di Eropa, pengembangan CX-5 dilakukan dengan pendekatan yang lebih hati-hati.


Mazda mempertahankan sejumlah karakter utama CX-5 karena perusahaan tidak ingin perubahan besar mengganggu basis konsumennya. Pendekatan tersebut terlihat dari desain, rekayasa, hingga penyajian interior kendaraan.

Pendekatan berbeda diterapkan pada Mazda CX-6e. SUV ini merupakan tambahan baru dalam jajaran Mazda dan dikembangkan melalui usaha patungan dengan Changan. Kebutuhan pasar China menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pengembangannya.


Dari sisi desain, CX-6e tampil lebih berani dibandingkan CX-5. SUV listrik tersebut mengusung interior dramatis dan desain eksterior futuristis. Jika kedua model ditempatkan berdampingan, perbedaan pendekatan desain keduanya terlihat jelas.

CX-6e juga membawa sejumlah teknologi yang tidak umum ditemukan pada produk Mazda sebelumnya. Salah satunya adalah layar berukuran 26 inci di dalam kabin dan penggunaan kaca spion digital.

Namun, menurut penulis artikel sumber, keunggulan CX-6e tidak hanya terletak pada teknologi dan tampilannya. Desain SUV listrik tersebut dinilai memiliki kualitas yang sangat baik, dengan bentuk dramatis dan detail yang membawa bahasa desain Kodo Mazda ke arah baru.

Perkembangan CX-6e yang relatif cepat juga dinilai memberikan gambaran mengenai arah masa depan Mazda. Model tersebut dianggap menjadi semacam jendela menuju masa depan karena tidak terlalu dibatasi oleh pendekatan konservatif yang selama ini melekat pada produk inti Mazda.


Meski demikian, artikel tersebut menyoroti persoalan pada karakter berkendara CX-6e. Mazda selama ini dikenal melalui produk yang menempatkan pengalaman berkendara sebagai salah satu daya tarik utama.

Menurut penulis, layar berukuran besar, teknologi futuristis, maupun desain lampu modern tidak dapat sepenuhnya menutupi persoalan ketika CX-6e dikendarai. Sejumlah kolega penulis di Auto Express menilai CX-6e tergolong biasa dalam hal pengalaman berkendara dan tidak memberikan karakter yang secara kuat mengingatkan pada Mazda.

Penilaian tersebut juga dibandingkan dengan Mazda MX-5 yang selama ini dikenal sebagai salah satu model yang mencerminkan karakter berkendara Mazda. Dalam pandangan penulis, CX-6e justru terasa seperti SUV yang dapat berasal dari berbagai produsen lain.


Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan bagi Mazda ketika industri otomotif semakin dipenuhi kendaraan asal China yang menawarkan teknologi, desain, dan pengembangan produk secara cepat, tetapi menurut penulis artikel belum selalu memiliki karakter berkendara dan identitas yang kuat.

Di tengah kondisi tersebut, merek otomotif tradisional dinilai semakin perlu mempertahankan identitas historis mereka. Bagi Mazda, karakter berkendara menjadi salah satu bagian penting dari identitas tersebut.

Kolaborasi Mazda dan Changan sebenarnya memiliki potensi untuk menggabungkan keunggulan kedua pendekatan. Kecepatan pengembangan dan inovasi dari industri otomotif China dapat dipadukan dengan pendekatan teknis serta ketelitian dari Jepang.

Dalam pandangan penulis, CX-6e berpotensi menjadi produk yang lebih lengkap apabila kedua unsur tersebut dapat dipadukan secara lebih baik. Karena itu, kolaborasi Mazda dan Changan berikutnya diharapkan dapat menghasilkan kendaraan yang tidak hanya menawarkan desain dan teknologi, tetapi juga mempertahankan karakter yang membuat sebuah produk terasa sebagai Mazda.

Sumber : voi.id

viewed :: 136
Berita Lainnya :