30 September 2022
SPORTS MOBIL

Grand Prix Singapura, Balapan Pionir Yang Mengubah Formula 1



Grand Prix Singapura adalah event spesial dalam kalender Formula 1. Perlombaan malam hari di bawah lampu sorot Sirkuit Jalan Raya Marina Bay selalu dinantikan.

Setelah dua musim hilang dari jadwal F1, GP Singapura akan comeback akhir pekan ini. Kemeriahan di Marina Bay memang menghadirkan atmosfer berbeda bagi ajang balap jet darat.

Pertama kali digelar pada 2008 silam, Grand Prix Singapura adalah pionir. Membuka jalan bagi balapan malam hari yang kini makin umum dalam Formula 1.

Musim depan akan enam race yang berlangsung di bawah lampu sorot, dengan tambahan GP Las Vegas dan Qatar. Singapura menunjukkan bahwa balapan F1 pada malam hari memungkinkan digelar.

Negara di Kawasan Asia Tenggara itu diperkenalkan ke F1 ketika kontrak berdurasi lima tahun disepakati untuk mengadakan balapan di jalan-jalan kecil nan sempit. Ini juga terobosan bagi Singapura dan kejuaraan.

Gelaran perdana GP Singapura pada 2008 adalah salah satu yang paling sering dibicarakan dalam sejarah Formula 1. Peraih pole Felipe Massa (Ferrari) hanya finis P13, sementara kemenangan diklaim Fernando Alonso (Renault) setelah mengungguli Nico Rosberg (Williams) dan Lewis Hamilton (McLaren).

Podium tertinggi tidak diraih dengan mudah oleh Alonso, yang memulai dari grid ke-15. Race inaugurasi di Marina Bay, 14 tahun silam, itu terkenal karena dua momen penting terjadi.

Pertama, cara kontroversial Alonso menang. Belakangan terungkap bila Renault menginstruksikan rekan setimnya, Nelson Piquet Jr., untuk crash pada waktu yang perfek bagi Safety Car keluar sehingga El Plan dapat pit stop yang membantunya tidak banyak kehilangan waktu dan dengan mudah finis P1.

Kedua, pit stop Massa berujung malapetaka. Pada 2008, pengisian bahan bakar masih umum dilakukan selama perhentian sebab memungkinkan tim mencetak waktu lap lebih cepat dengan mobil yang ringan.   


Namun, sebuah insiden dramatis di pit lane membuat Massa, yang memimpin race dengan nyaman saat itu, keluar dari pit box lebih awal dengan selang bahan bakar masih tersambung pada mobilnya.

Akibatnya, mobil sang pilot menyemburkan bahan bakar saat ingin keluar. Massa harus menghentikan jet darat agar kru Ferrari bisa melepas selang. Ia dapat lanjut balapan, tetapi kehilangan banyak waktu.

Kejadian itu adalah salah satu titik balik di F1 yang setelahnya menetapkan bahwa semua mobil wajib diisi bahan bakar untuk mencukupi sepanjang lomba agar inside serupa tidak terulang. Kini pit stop dilakukan hanya untuk mengganti ban atau part-part lain, seperti sayap atau hidung kendaraan.

Selama 12 penyelenggaraan Grand Prix Singapura, Sebastian Vettel merupakan penguasa Marina Bay. Juara dunia F1 empat kali tersebut telah memenangi lima di antaranya (2011-2013, 2015 dan 2019). Pesaing terdekat pebalap Aston Martin ini adalah Lewis Hamilton, dengan empat kemenangan.


Sirkuit Jalan Raya Marina Bay sudah mengalami beberapa perubahan. Belokan Singapore Sling di dekat Hotel Fullerton dihapus setelah mengakibatkan sejumlah kecelakaan dan tikungan 1, 2 dan 3 di desain ulang sehingga membantu menyajikan balapan yang lebih baik.

Mobil Formula 1 sekarang memiliki lebar hampir 2 meter, yang berarti trek di Marina Bay akan menjadi tempat yang lebih sulit untuk melakukan manuver menyalip. Lebih jauh lagi, GP Singapura memegang rekor di mana Safety Car selalu keluar. Dalam 12 race, mobil keselamatan menginterupsi 21 kali.

Sejak 2008, Grand Prix Singapura telah jadi bagian tetap dari kalender F1 –kecuali 2020 dan 2021 karena pandemi Covid-19– bukan hanya karena balapannya, tetapi sajian hiburan global yang juga menarik.

Artis dunia seperti Katy Perry, Marron 5 hingga Shakira adalah beberapa nama yang pernah menghiasi panggung F1. GP Singapura lebih dari sekadar balapan, karena itu comeback-nya disambut antusias.


Akhir pekan ini, 30 September-2 Oktober, Formula 1 siap kembali ke Marina Bay. Ini momen yang bagus sebab Singapura sudah keluar dari masa kelam akibat pandemi. Event ini mungkin juga mencatat sejarah lagi, karena bintang Red Bull Max Verstappen punya peluang memastikan gelar F1 2022 di sana.

Sumber : id.motorsport.com

viewed :: 1289

Berita Terkait Lainnya :