09 Desember 2022
CLUB MOTOR

Satria FU Bikers Club Medan



Satria Fu Bikers Club Medan, merupakan satu di antara sekian banyak komunitas sepeda motor di Medan. Mereka ini bahkan mengikrarkan dirinya untuk tidak terlibat dalam berbagai aksi geng motor.
Beberapa waktu yang lalu, segerombolan sepeda motor mirip belalang itu berkumpul di Stadion Teladan Medan. Kegiatan itu mereka namakan kopi darat (Kopdar) Fu Bikers Club Medan, sudah setahun lebih berdiri. Tepatnya, Januari 2012 lalu. Anggotanya berkisar 40 orang, dari kalangan mahasiswa, pelajar maupun pekerja.

Penasihat Satria Fu Bikers Club Medan, Fuad Hasan menjelaskan, tujuan yang dibentuk komunitas sepeda motor Fu Bikeres ini adalah untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwasannya tidak semua pengendara Satri Fu 150 itu geng motor. "Kami menunjukkan bahwa kami bukanlah geng motor," ucapnya.
Tetapi, kata Fuad komunitas ini merupakan klub yang berasaskan perbuatan positif dan menunjukkan kreatifitas sesama pecinta Satria Fu 150. Untuk menunjukkan kreatifitas tersebut, mereka memfokuskan pada sepeda motor yang dimodifikasi dan seringan untuk mengadakan touring.

"Komunitas ini fokus ke modifikasi dan touring. Sedangkan untuk balap liar atau sebagainya kami tidak pernah dan melarang kepada teman-teman se klub, karena kami ngak mau dibilang masyarakat geng motor," ucapnya.

Menurutnya, agenda yang sering dilakukan komunitas ini seperti kopdar yang dilakukan setiap Sabtu malam.

Kata Fuad untuk Kopdar titik kumpul di daerah Stadion Teladan, Medan. Setelah kumpul di tempat tesebut, mereka melakukan konvoi keliling kota Medan dan akhirnya titik kumpul akhir di Stasiun Kereta Api Medan.

"Biasanya kami di sana nongkong dan diskusi sesama pecinta Satria Fu,"ucapnya.

Kata Fuad, agenda pembicaraan saat Kopdar biasanya membahas Fu Bikers ke depan, agar citra positif muncul dari masyarakat.

"Selain itu juga membicarakan agenda yang dilakukan ke depannya,"ucapnya.

Karena komunitas ini fokus kepada modifikasi. Fuad menjelaskan, biasaya modifikasi yang dilakukan kebanyakan kepada airbrush atau menambah aksesoris lainnya.

"Itu biayanya tergantung, mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah, namun, saat ini untuk ikut kontes kami belum beruntung mendapatkan juara,"ucapnya.

Selain touring dan modifikasi, Fu Bikers juga melaksanakan bakti sosial berupa bersih-bersih lingkungan yang dilakukan bekerja sama dengan organisasi Kota Medan.

"Kita juga pernah mengikuti aksi bersih-bersih Kota Medan, dan juga memberikan santunan kepada orang yang membutuhkan," ucapnya.

Menyinggung geng motor yang kerap melekat dalam komunitas sepeda motor menurut Fuad itu perlu diluruskan. Masih banyak sikap dan perbuatan yang positif yang bisa dilakukan oleh sesama pecinta motor.

"Akibatnya dengan pemberitaan yang jelek dilakukan oknum geng motor, kami kadang terkena imbasnya. Tidak jarang kami sering dirazia pada saat kopdar padahal kami hanya nongkrong saja,"jelasnya. (w33)

viewed :: 113399

Berita Terkait Lainnya :