PT. CITRA LODOK LESTARI
   Jadwal Lengkap Grand Prix F1 Kanada 2026   
06 Januari 2025
GARASI - MOTOR
Bajaj Freedom 125, Incar Motor Bertenaga CBG


Bajaj tampaknya berhasil mencapai beberapa hal besar dengan sepeda motor Freedom 125 CNG-nya. Sementara produsen di belahan dunia lain tampaknya terobsesi untuk melengkapi sepeda motor mereka dengan teknologi yang lebih canggih, tenaga yang lebih besar, dan pada akhirnya barang yang lebih mahal, perusahaan India seperti Bajaj justru berfokus pada hal lain. Misalnya, baru-baru ini kami membahas tentang bagaimana Bajaj meluncurkan sepeda motor bertenaga CNG pertama di dunia dalam bentuk Freedom 125.

Namun, tampaknya Bajaj tidak puas hanya dengan gas alam terkompresi (CNG). Bajaj ingin mendorong bahan bakar alternatif yang lebih berkelanjutan di masa depan. Itulah sebabnya CEO Bajaj Rajiv Bajaj baru-baru ini mengumumkan bahwa perusahaan berencana mempelajari CBG, atau biogas terkompresi, sebagai bahan bakar alternatif dan berkelanjutan lainnya yang akan datang.


Melihat Freedom 125 telah meraih kesuksesan besar, dengan penjualan lebih dari 25.000 unit dalam beberapa bulan pertama setelah peluncurannya, jelas bahwa para komuter India tengah mencari moda transportasi yang lebih terjangkau. Bajaj menekankan potensi CBG sebagai bahan bakar berkelanjutan, asalkan produksinya ditingkatkan di masa mendatang.


Namun sebelum kita membahasnya lebih jauh, apa sebenarnya CBG itu, dan apa bedanya dengan CNG? Baik CNG maupun CBG dianggap sebagai pilihan bahan bakar bersih, tetapi keduanya memiliki perbedaan dalam hal sumbernya, dampak lingkungannya, serta potensi manfaat yang dibawanya. Sebagai permulaan, CNG berasal dari bahan bakar fosil, yang sebagian besar berupa gas alam yang diekstraksi dari cadangan bawah tanah. Jadi, CNG sama sekali bukan bahan bakar netral karbon.

Sementara itu, CBG diproduksi dari limbah organik seperti sisa pertanian, kotoran ternak, dan bahkan limbah makanan. Diproduksi melalui proses yang disebut pencernaan anaerobik, dapat diperbarui, dan dapat diperoleh dari sumber lokal. Secara teknis, CBG dianggap sebagai bahan bakar netral karbon karena karbon dioksida yang dilepaskan dalam proses pembakaran diimbangi oleh karbon yang diserap selama siklus hidup sumber organik—ya, sapi, tanaman, dan makhluk hidup lainnya yang limbahnya akhirnya menghasilkan biogas terkompresi.

Sekarang, dalam jangka panjang, CNG, seperti bensin dan solar yang kita gunakan saat ini, merupakan sumber daya yang terbatas. CNG bukanlah sumber daya yang dapat diperbarui, dan pada akhirnya, cadangan gas alam dapat habis. Dan inilah tepatnya mengapa Bajaj bersemangat untuk mendorong pengembangan infrastruktur CBG. Tidak seperti CNG, CBG dapat diproduksi secara berkelanjutan dari limbah organik, dan tentu saja, hal ini tidak hanya memberi kita sumber daya yang dapat diperbarui tetapi juga mendorong ekonomi sirkular yang meminimalkan limbah.

Tentu saja, semua ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, karena saat ini, pengolahan limbah alami dan organik menjadi CBG masih sangat mahal dan memakan waktu. Namun, hal yang sama pernah terjadi pada baterai EV, dan seperti halnya semua hal di dunia, semakin banyak kita membuat sesuatu, semakin murah harganya.

Jadi, semakin banyak kita mengadopsi bahan bakar alternatif seperti CBG, semakin mudah diakses oleh khalayak yang lebih luas. Bagaimana menurut Anda? Apakah CBG berpotensi menjadi penyelamat pembakaran internal? Atau apakah mesin pembakaran internal kesayangan kita ditakdirkan untuk mati?

Sumber : rideapart.com
viewed :: 1201
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net