|
02 Desember 2025
SPORTS - MOBIL
Teori Konspirasi Oscar Piastri Dibahas Di Parlemen Australia
![]() Teori konspirasi seputar pertarungan gelar F1 Oscar Piastri dibahas dalam rapat Parlemen di Australia. Salah satu politisi terkemuka Australia secara aneh mengemukakan teori konspirasi Oscar Piastri dalam rapat senat. Di Senat Australia Rural, Matt Canavan menyampaikan kekhawatirannya tentang perlakuan McLaren terhadap Piastri kepada Komite Legislasi Urusan Regional dan Transportasi. Setelah kesalahan strategi McLaren merenggut kemenangan Piastri di Grand Prix Qatar, Canavan mengangkat isu tersebut ke sidang parlemen Australia. “Malam ini cukup membuat frustrasi bagi sebagian warga Australia,” kata Canavan. “Saya tidak tahu harus bertanya kepada siapa, tetapi Anda berurusan dengan transportasi dan mobil. “Jadi, apakah menurut Anda McLaren bias terhadap Oscar Piastri dan membuatnya kehilangan gelar juara dunia?” Asisten Menteri Urusan Regional Anthony Chisholm menjawab: “Saya yakin dia telah mengambil beberapa keputusan yang sulit tahun ini. “Sebagai seseorang yang memiliki putri yang terobsesi dengan F1, dia pasti akan sangat kesal ketika bangun pagi ini.” Apa yang harus dilakukan Piastri? Piastri tampak akan meraih kemenangan krusial di Qatar sebelum kesalahan McLaren membuat Max Verstappen dari Red Bull menang. Pebalap Australia itu kemudian merosot ke posisi ketiga klasemen menjelang Grand Prix Abu Dhabi yang merupakan penutup musim. Jarak poin Oscar Piastri dari rekan setimnya di McLaren, Lando Norris, yang saat ini memimpin klasemen, kembali menyempit hingga tersisa 16 poin saja. Situasi ini membuat persaingan internal McLaren semakin ketat, terlebih Piastri juga masih tertinggal empat poin dari Max Verstappen yang berada tepat di depan dirinya dalam perburuan gelar. Dengan kondisi seperti ini, Piastri harus mampu finis di dua besar pada seri terakhir jika ingin tetap menjaga peluang menjadi juara dunia untuk pertama kalinya. Target tersebut bukan sekadar ambisi pribadi, tetapi menjadi syarat mutlak agar ia masih memiliki kesempatan matematis meraih gelar pada balapan penutup musim tersebut. Sekalipun Piastri berhasil meraih kemenangan di Abu Dhabi, nasibnya tidak sepenuhnya berada di tangannya sendiri karena ia tetap membutuhkan Lando Norris finis di posisi keenam atau lebih rendah. Tanpa skenario tersebut, perolehan poinnya tidak akan cukup untuk menyalip rekan setimnya dalam klasemen akhir kejuaraan dunia. Kemenangan semata tidak menjamin keberhasilan Piastri karena kombinasi hasil antara dirinya, Norris, dan Verstappen akan menentukan siapa yang keluar sebagai juara. Perhitungan poin yang ketat ini menjadikan seri Abu Dhabi sebagai balapan paling krusial dalam karier Piastri sejauh ini, dengan tekanan besar yang menyertai setiap keputusan dan strategi. Di sisi lain, McLaren terus membantah tuduhan adanya favoritisme kepada salah satu pebalap. Tim tersebut menegaskan bahwa mereka tidak akan menggunakan team order pada final Abu Dhabi, sehingga kedua pebalap bebas bertarung secara adil. Sikap ini menunjukkan komitmen McLaren menjaga integritas kompetisi meski tensi persaingan sangat tinggi. Sumber : crash.net
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
