PT. CITRA LODOK LESTARI
   Jadwal Lengkap Grand Prix F1 Kanada 2026   
27 Desember 2025
SPORTS - MOBIL
CEO Red Bull Ungkap Kenapa Pemecatan Horner Tak Bisa Dihindari


Bos Red Bull, Oliver Mintzlaff, menekankan bahwa memecat Christian Horner bukan keputusan yang mudah pada awalnya. Seiring berjalannya waktu, ia melihat perkembangan positif dalam tim setelahnya.

Setelah 20 tahun, kolaborasi antara Red Bull Racing dan bos tim Christian Horner berakhir secara tiba-tiba tahun ini. Pria asal Inggris itu didepak karena performa tim mengecewakan, bahkan sebelum jeda musim panas dimulai.

Posisi Horner berada di bawah tekanan selama beberapa waktu sejak muncul tudingan pelecehan seksual terhadapnya pada awal 2024. Sebagai gantinya, Laurent Mekies, yang dipromosikan dari tim saudara, Racing Bulls, sebagai kepala tim papan atas tersebut.


Menariknya, sejak pergantian itu, performa Red Bull membaik dan tim ini tampak lebih tenang. Bos Red Bull, Oliver Mintzlaff, yang jabatan resminya adalah CEO Proyek Korporat dan Investasi Baru, mengatakan kepada De Telegraaf bahwa orang-orang tahu bahwa ada sesuatu yang harus dilakukan setelah paruh pertama musim yang mengecewakan.

"Saya bukan tipe manajer mudah merekrut dan memecat, seseorang yang hanya memecat orang," tegas Mintzlaff. "Christian memiliki rekam jejak bagus bersama tim dan meraih banyak kesuksesan. 

Semua orang di sini di perusahaan, termasuk saya sendiri, mengapresiasi apa yang telah dilakukannya. Namun, ini juga merupakan bagian dari sebuah organisasi profesional. Anda tidak bisa terus bersandar pada sejarah dan kami merasa sudah waktunya untuk membuka lembaran baru."

Mintzlaff menambahkan bahwa hal ini tidak diputuskan dengan mudah. Selain itu, ia mengungkapkan ketidaksetujuannya dengan pernyataan Helmut Marko. Konsultan motorsport Red Bull, yang baru-baru ini mengumumkan bahwa ia akan pergi pada akhir 2025, mengindikasikan bahwa tahun-tahun terakhir bersama Horner "tidak menyenangkan". Ada "permainan kotor" dilakukan mantan prinsipal tim dan bahwa ia "berbohong tentang segala hal dan apa pun". 

Helmut Marko baru-baru ini mengecam mantan bos tim Christian Horner

"Mungkin Marko juga telah berubah selama bertahun-tahun," timpal Mintzlaff. "Saya pikir cukup normal bahwa tidak semuanya sama seperti lima tahun lalu. Christian dan Helmut telah bekerja sama dengan baik selama bertahun-tahun, sejak awal 2005. Jadi kita berbicara tentang lebih dari 20 tahun. Anda memberi saya beberapa contoh organisasi olahraga besar lainnya di mana tim kepemimpinannya tetap sama untuk waktu yang lama.

"Jadi Anda bisa melihatnya dengan sangat negatif, bahwa mereka berdua sudah tidak ada sekarang. Namun sebaliknya, menurut saya adalah hal yang unik bahwa mereka telah berada di sini bersama untuk waktu yang lama dan telah mencapai banyak hal. Terkadang Anda hanya perlu penyegaran untuk mengguncang keadaan," tegas pimpinan Red Bull ini.

Menurut Mintzlaff, perubahan dengan Mekies sebagai bos tim yang baru telah memberikan fokus yang diperlukan. Ia mengakui bahwa sudah menjadi rahasia umum bahwa ada terlalu banyak hal yang terjadi di dalam dan di sekitar tim.

"Hal itu mengganggu. Dalam beberapa bulan terakhir, kami telah melihat bahwa kinerja meningkat ketika semua orang 100 persen fokus," katanya. "Bahkan tanpa memiliki mobil terbaik, Max masih hampir menjadi juara dan memenangi sebagian besar balapan tahun ini."

Sumber : id.motorsport.com
viewed :: 1144
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net