| » Jadwal MotoGP Jerez, Spanyol 2026 « |
|
22 Januari 2026
HEADLINE - MOBIL
Jetour Indonesia Lebih Pilih Hadirkan Hybrid Di Model Berikutnya
![]() Saat sejumlah merek mobil asal China agresif menawarkan kendaraan listrik di Indonesia, Jetour justru memilih strategi berbeda. Perusahaan ini ingin lebih dulu memperkuat identitas sebagai produsen SUV sebelum terjun serius ke pasar elektrifikasi tanah air. Marketing Director Jetour Motor Indonesia Ranggy Radiansyah, menyampaikan bahwa rencana menghadirkan mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) belum akan direalisasikan dalam waktu dekat. Pihaknya masih melakukan riset. “Masih riset, masih studi di internal. Termasuk yang kami pamerkan di GIIAS dan GJAW itu juga merupakan bagian dari studi. Jadi kami belum ada informasi atau keputusan final untuk meluncur di Indonesia atau enggak,” ujar Ranggy di sela kegiatan Media Ride Jetour T2 di BSD, Tangerang, beberapa waktu yang lalu. Pada pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, Jetour sempat memamerkan satu model BEV sebagai display, yakni city car elektrik Jetour X20e. Model ini masih dalam tahap pengembangan dan evaluasi pasar. Terkait perkiraan harga, Ranggy mengatakan pihaknya tengah menyiapkan strategi agar banderol X20e dapat bersaing dengan model sekelas yang sudah lebih dulu hadir, seperti BYD Atto 1, Changan Lumin, hingga Wuling Air ev. “Apakah bisa kompetitif? Target kami adalah untuk memberikan opsi, dan dari harga tentu kami ingin kompetitif dan melebihi ekspektasi konsumen. Segera, jadi ditunggu saja,” lanjutnya. Sebelum X20e, Jetour juga pernah menghadirkan model listrik lain, yakni X50e. SUV listrik tersebut menjalani debut di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 dan hingga kini statusnya masih dalam tahap studi pasar. “Secara portofolio global, kami sudah memiliki produk BEV. Tetapi saat ini itu belum menjadi fokus. Kami siap mengarah ke elektrifikasi, dan menghadirkan PHEV sebagai opsi kedua untuk konsumen,” pungkas Ranggy. Sumber : voi.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
