| » Jadwal WorldSBK Belanda 2026 « |
|
12 Februari 2026
HEADLINE - MOTOR
Pantau Smartphone Tanpa Ribet Dengan Pioneer Ride Connect
![]() Pioneer memanfaatkan panggung Consumer Electronics Show atau CES 2026 dengan memperkenalkan Ride Connect, sistem tampilan terhubung terbaru bagi sepeda motor. Meski diklaim menghadirkan UX revolusioner, pendekatan yang diusung justru lebih simpel. Dilansir dari Visordown, Ride Connect akan menyederhanakan cara kerja dasbor motor modern dengan mengandalkan ponsel pintar pengendara. Alih-alih mengembangkan panel instrumen yang semakin kompleks dan mahal, Ride Connect memindahkan sebagian besar komputasi ke ponsel. Dasbor motor berfungsi sebagai layar semata, sementara peta, navigasi, dan data real-time diproses di ponsel lalu dikirim melalui Bluetooth Low Energy (BLE). Ini bukan lompatan teknologi besar, melainkan pengakuan realistis bahwa ponsel sudah lebih mumpuni dibandingkan sebagian besar perangkat keras sepeda motor saat ini. Pergeseran ini sejatinya sudah lama diprediksi, sejumlah merek telah menawarkan sistem serupa yang berjalan berdampingan dengan layar TFT yang kini menjadi standar. Pengguna dapat mengakses perangkat lunak seperti Apple CarPlay dan Android Auto, sebagaimana yang juga tersedia pada motor kelas atas seperti Honda Gold Wing generasi terbaru. Pada praktiknya, sistem ini mencerminkan layar ponsel, menayangkan aplikasi, peta, serta informasi panggilan langsung ke hadapan pengendara. Pioneer mengembangkan antarmuka pengguna dan teknologi proyeksi layar, sementara pemetaan dan navigasi ditangani oleh HERE Technologies melalui SDK yang sudah ada. Kolaborasi ini memberi akses ke peta global, rute, dan data lalu lintas di lebih dari 120 negara, tanpa memaksa produsen membangun atau memelihara infrastruktur sendiri. Secara praktis, Ride Connect menampilkan navigasi dan informasi terhubung dari ponsel ke layar motor tanpa beban pemrosesan berat layaknya sistem infotainment terintegrasi. Pioneer menilai pendekatan ini mampu menekan biaya produksi, menurunkan konsumsi daya, serta menghindari risiko sistem cepat usang di tengah usia pakai model. Bagi pabrikan (OEM), ini berpotensi menjadi nilai jual penting. Navigasi diklaim dioptimalkan untuk kebutuhan sepeda motor dan mendukung peta offline untuk wilayah dengan sinyal seluler terbatas. Tidak sepenuhnya baru, tetapi relevan bila sistem ini memang ditujukan untuk penggunaan di luar perkotaan, bukan sekadar demonstrasi. Pioneer juga menyoroti antarmuka Voice Tap, sistem kendali suara yang dirancang mengurangi interaksi fisik saat berkendara. Konsepnya menjanjikan, namun efektivitasnya akan sangat bergantung pada performa di kondisi nyata, mulai dari penggunaan helm hingga kebisingan angin. Istilah “edge AI” turut diusung untuk berbagi informasi lalu lintas, cuaca, dan potensi bahaya. Di balik jargon teknis tersebut, fungsinya serupa peringatan berbasis pemrosesan lokal dari sumber data terhubungmirip notifikasi pada Google Maps atau Waze. Potensinya besar, asalkan akurat dan tidak mengganggu konsentrasi berkendara. Secara keseluruhan, Ride Connect tidak menyasar pengendara secara langsung, juga tidak mencoba mendefinisikan ulang pengalaman berkendara. Platform ini dirancang ramah bagi OEM untuk memangkas biaya pengembangan, menyederhanakan implementasi global, dan menjaga relevansi dasbor lewat pembaruan perangkat lunak, bukan redesain perangkat keras. Ujian sesungguhnya baru dimulai saat teknologi ini hadir di sepeda motor produksi dan diuji di jalanan. “Pioneer Ride Connect adalah platform revolusioner yang terus menyediakan peningkatan berbasis perangkat lunak untuk UX sepeda motor," ujar Direktur Eksekutif Pioneer Seiji Tanezawa. "Pioneer Ride Connect mengubah konsep kendaraan roda dua yang lebih cerdas dan aman menjadi kenyataan yang nyata. Saya sangat senang dapat memperkenalkan teknologi mutakhir dan visi ambisius kami," lanjutnya. Sumber : voi.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
