PT. CITRA LODOK LESTARI
   Jadwal MotoGP Jerez, Spanyol 2026   
04 April 2026
HEADLINE - MOBIL
VW Group Pangkas Anggaran 20 Persen Untuk Semua Merek


Volkswagen Group berencana melakukan pemangkasan biaya hingga 20 persen di seluruh merek yang berada di bawah naungan perusahaan dengan target tercapai paling lambat akhir 2028. Dilansir dari Carscoops, beberapa waktu yang lalu, rencana pemangkasan biaya itu disebut telah diumumkan pada Januari lalu oleh CEO Volkswagen AG Oliver Blume.

Meski belum ada rincian resmi mengenai langkah konkret yang akan ditempuh, opsi penutupan pabrik dikabarkan masuk dalam pertimbangan. Sebelumnya, upaya efisiensi di fasilitas Wolfsburg, Emden, dan Zwickau dinilai belum memberikan hasil sesuai harapan.

Pada akhir 2024, Volkswagen Group mengumumkan rencana pemangkasan besar-besaran yang akan berdampak pada lebih dari 35.000 pekerja di Jerman hingga 2030. Kebijakan tersebut sekaligus menandai berakhirnya operasional pabrik Transparent Factory dan secara bertahap memindahkan produksi model Volkswagen Golf ke Meksiko.


Juru bicara perusahaan menyebut langkah penghematan sebelumnya telah menghasilkan pengurangan biaya dalam kisaran dua digit miliaran euro. Dana tersebut disebut membantu perusahaan meredam dampak tekanan geopolitik, termasuk kebijakan tarif perdagangan.

Selain isu tarif di Eropa dan Amerika Serikat, Volkswagen juga menghadapi tantangan lain. Strategi besar perusahaan pada kendaraan listrik belum membuahkan hasil sesuai proyeksi, seiring adopsi mobil listrik yang berlangsung lebih lambat dari perkiraan di sejumlah pasar.

Grup otomotif asal Jerman tersebut tidak hanya menghadapi satu tantangan, melainkan tekanan dari berbagai arah yang datang secara bersamaan. Di pasar China, persaingan yang semakin ketat dan perubahan preferensi konsumen memberi dampak signifikan terhadap penjualan. Kondisi ini memperburuk posisi perusahaan di salah satu pasar terpentingnya.

Selain tekanan pasar, perusahaan juga bergulat dengan persoalan internal yang tidak kalah kompleks. Pengembangan perangkat lunak kendaraan yang belum optimal menjadi hambatan besar dalam menghadirkan inovasi. Ditambah lagi, pembangunan platform kendaraan baru memerlukan biaya tinggi dan waktu yang tidak singkat, sehingga membebani operasional perusahaan secara keseluruhan.

Masalah teknologi tersebut berdampak langsung pada efisiensi dan kecepatan produksi. Ketika pengembangan tidak berjalan sesuai rencana, perusahaan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk penyesuaian. Hal ini membuat beban keuangan semakin berat dan mengurangi kemampuan perusahaan dalam menjaga stabilitas kinerja di tengah tekanan global.

Kombinasi berbagai faktor tersebut akhirnya tercermin dalam penurunan kinerja keuangan yang cukup tajam. Laba operasional perusahaan tercatat turun hingga 33 persen pada semester pertama tahun 2025. Penurunan ini menunjukkan bahwa tekanan eksternal dan internal benar-benar memberikan dampak nyata terhadap profitabilitas perusahaan.

Pada periode yang sama, perusahaan juga mengungkapkan adanya beban tambahan dari tarif impor Amerika Serikat. Kebijakan tersebut menyebabkan kerugian hingga 1,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp25,2 triliun. Beban ini semakin memperparah kondisi keuangan dan menambah tantangan yang harus dihadapi perusahaan dalam mempertahankan kinerja.

Sumber : otomotif.antaranews.com
viewed :: 182
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net