| » Jadwal Lengkap Grand Prix F1 Kanada 2026 « |
|
03 Desember 2025
HEADLINE - MOBIL
Cina Ubah Nama Baterai Semi-Solid-State Jadi Solid-Liquid
![]() Pemerintah Cina tengah bersiap untuk menstandarkan penamaan baterai “semi-solid-state” yang saat ini populer di industri kendaraan listrik (EV) di Tiongkok. Nantinya, jenis baterai ini kini resmi disebut “solid-liquid batteries”. Demikian dilansir CarNewsChina, beberapa waktu yang lalu. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi kebingungan antara teknologi semi-solid-state dan fully solid-state (baterai full padat), yang keduanya tengah menarik perhatian industri EV Cina di tengah ekspansi pasar yang pesat. Dengan standardisasi nama, Pemerintah Tiongkok berharap konsumen dan produsen lebih mudah memahami perbedaan teknologi baterai serta potensi performa masing-masing. Usulan perubahan nama baterai ini muncul di tengah aktivitas pasar yang sangat dinamis. Indeks Baterai Solid-State Cina (BK0968) tercatat hampir menggandakan nilainya, dari 1.288,8 poin pada 9 April menjadi 2.426,32 poin pada 9 Oktober, sebelum ditutup di 2.277,83 poin pada 24 Oktober 2025. Para analis menyebut lonjakan ini tidak lepas dari percepatan dukungan kebijakan Pemerintah serta kemajuan penelitian baterai solid-state yang semakin terlihat nyata. Sejak Februari lalu, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) bersama tujuh departemen Pemerintah lainnya menetapkan baterai solid-state sebagai prioritas penelitian nasional. Sejak saat itu, perhatian otoritas pusat terhadap teknologi tersebut terus meningkat melalui serangkaian kebijakan resmi yang diterbitkan secara berkala. Dokumen-dokumen itu tidak hanya berfungsi sebagai arahan umum, tetapi juga menjadi landasan regulasi yang memberikan kejelasan bagi para pelaku industri mengenai arah pengembangan jangka panjang. Dengan demikian, teknologi ini ditempatkan sebagai pilar penting dalam strategi nasional kendaraan listrik. Upaya Pemerintah juga terlihat dari banyaknya konferensi tingkat nasional yang secara khusus membahas perkembangan teknologi ini. Dalam forum-forum tersebut, para pejabat, ahli industri, dan produsen kendaraan berdiskusi mengenai standar, tantangan, serta peluang yang muncul. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi tersebut mendapatkan ruang khusus dalam agenda pembangunan industri otomotif modern di Cina. Selain konferensi, otoritas daerah turut memainkan peran signifikan dengan membuat kebijakan pendukung yang disesuaikan dengan kondisi regional. Mereka mengeluarkan insentif, membuka zona uji coba, dan mempercepat penyediaan infrastruktur untuk memastikan teknologi tersebut dapat diimplementasikan secara optimal. Sinergi antara pusat dan daerah membuat proses adopsi berjalan lebih efisien. Standar industri yang diterbitkan secara resmi juga memperkuat posisi teknologi ini dalam rantai nilai kendaraan listrik. Standar tersebut mencakup aspek keselamatan, kompatibilitas, kinerja, serta prosedur teknis yang harus dipatuhi oleh seluruh produsen. Dengan adanya standar yang seragam, ekosistem industri menjadi lebih stabil dan mampu mendorong inovasi yang terarah. Penekanan konsisten dari Pemerintah membuat teknologi ini bukan hanya dianggap sebagai inovasi tambahan, tetapi sebagai elemen yang memiliki nilai strategis bagi masa depan mobilitas Cina. Teknologi tersebut diposisikan sebagai faktor penting yang dapat mempercepat transisi menuju kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan terintegrasi secara nasional. Keterlibatan berbagai lapisan Pemerintah menunjukkan bahwa perkembangan teknologi ini bukan terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari strategi komprehensif yang dirancang untuk memperkuat daya saing industri otomotif Cina. Dengan dukungan kebijakan, konferensi, dan standar teknis yang selaras, teknologi ini semakin mengokohkan peran vitalnya dalam ekosistem kendaraan listrik negara tersebut. Simak video berikut : Sumber : avolta.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
