PT. CITRA LODOK LESTARI
   Jadwal Lengkap Grand Prix F1 Kanada 2026   
12 Januari 2026
HEADLINE - MOBIL
BYD Kasih Garansi 250 Ribu Km: Gaet Konsumen Eropa


BYD kembali membuat gebrakan di pasar Eropa dengan memperkenalkan garansi baterai yang sangat panjang. Dalam pengumuman terbarunya, pabrikan asal Tiongkok ini memberikan garansi baterai hingga 8 tahun atau 250.000 kilometer, mana yang tercapai lebih dahulu, untuk semua model plug-in hybrid (PHEV) yang dijual di Benua Biru.

Disitat dari Arena EV, strategi ini secara langsung menantang standar garansi baterai dari para pesaing besar seperti Tesla dan Volkswagen yang selama ini masih bertahan pada angka sekitar 8 tahun atau 160.000 km saja.

“Kepercayaan terhadap Blade Battery kami kini semakin meningkat. Kami memperpanjang garansinya menjadi 8 tahun atau 250.000 km untuk seluruh model plug-in BYD, baik yang lama maupun yang terbaru. Sudah memiliki mobil BYD? Peningkatan garansi ini berlaku otomatis dan secara retroaktif,” tulis BYD.


Kepercayaan BYD terhadap daya tahan baterainya bukan tanpa alasan. Teknologi Blade Battery yang digunakan pabrikan Negeri Tirai Bambu ini mengandalkan chemistry Lithium Iron Phosphate (LFP), yang dikenal mampu menghadapi siklus pengisian dan pengosongan lebih banyak dibandingkan sel baterai Nickel Cobalt Manganese (NCM), yang biasa dipakai kompetitor.

Klaim internal BYD menyebutkan bahwa baterai yang mereka kembangkan dirancang memiliki daya tahan sangat tinggi. Baterai ini dikatakan mampu melewati lebih dari 3.000 siklus pengisian sebelum mengalami penurunan kapasitas yang dianggap signifikan dalam penggunaan normal kendaraan listrik.

Angka lebih dari 3.000 siklus pengisian tersebut menunjukkan fokus BYD pada aspek durabilitas. Dengan daya tahan seperti itu, baterai diharapkan tetap dapat bekerja secara optimal dalam jangka waktu panjang tanpa penurunan performa yang drastis bagi penggunanya.

Jika dikonversikan secara teoritis ke jarak tempuh, ketahanan baterai tersebut setara dengan penggunaan kendaraan hingga lebih dari satu juta kilometer. Nilai ini tentu jauh melampaui rata-rata usia pakai kendaraan pada umumnya di berbagai pasar global.

Perhitungan tersebut didasarkan pada asumsi penggunaan harian yang wajar dan pola pengisian standar. Dalam skenario tersebut, baterai baru akan mengalami penurunan kapasitas yang lebih terasa setelah melewati jarak tempuh yang sangat panjang.

BYD juga menyebut bahwa batas penurunan kapasitas yang dijadikan acuan adalah ketika baterai mencapai sekitar 70 persen dari kondisi awalnya. Pada titik ini, baterai masih tetap dapat digunakan, meski performanya tidak lagi maksimal.

Dengan spesifikasi tersebut, baterai ini dirancang untuk memberikan rasa aman dan kepercayaan jangka panjang bagi konsumen. Ketahanan siklus yang tinggi menjadi nilai jual utama, terutama bagi pengguna yang menginginkan kendaraan listrik dengan umur pakai panjang.

Simak video berikut :

Sumber : avolta.id
viewed :: 1138
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
Copyright 2013 motormobile.net