PT. CITRA LODOK LESTARI
     Jadwal Formula 1 Miami 2026       Jadwal WorldSBK Hungaria 2026     
03 April 2026
HEADLINE - MOBIL
China Wajibkan Produsen Hitung Emisi Baterai Kendaraan Listrik


Pemerintah China mulai menyiapkan fondasi baru menuju industri kendaraan listrik yang lebih berkelanjutan. Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) mengumumkan program percontohan yang akan mewajibkan produsen baterai kendaraan energi baru (NEV) melaporkan jejak karbon produk mereka mulai 2026.

Pada tahap awal, program ini akan mengumpulkan data dari model baterai yang dianggap mewakili industri. Evaluasi hasil uji coba dilakukan sepanjang 2026, sebelum pelaporan penuh diberlakukan secara menyeluruh pada 2027.

MIIT menegaskan, fase percontohan ini difokuskan pada pembangunan sistem dan metodologi, bukan penegakan sanksi, sekaligus menyediakan platform aman bagi produsen untuk mengirim data dan berkoordinasi dengan lembaga verifikasi pihak ketiga.


Dilansir Carnewschina, beberapa waktu yang lalu, baterai daya selama ini menjadi penyumbang emisi terbesar dalam siklus hidup kendaraan listrik, terutama baterai lithium-ion berenergi tinggi. Sebaliknya, baterai lithium besi fosfat dikenal memiliki jejak karbon yang relatif lebih rendah.

Di tingkat global, regulator seperti Uni Eropa telah lebih dulu mewajibkan pelaporan jejak karbon baterai per produk. Alhasil, akurasi dan standarisasi data menjadi kunci daya saing ekspor kendaraan listrik China.

Dalam program ini, MIIT merancang sistem manajemen jejak karbon yang terstruktur, mencakup standar perhitungan, platform data, pemantauan, verifikasi, hingga evaluasi. Pelaporan jejak karbon akan mencakup empat tahap utama siklus hidup baterai, pengadaan material, proses manufaktur, distribusi, dan daur ulang.

Seluruh emisi kemudian dinormalisasi terhadap total energi keluaran baterai. Data yang dikumpulkan terbagi dua, yakni data aktivitas dan data latar belakang. Data aktivitas meliputi konsumsi energi dan material selama produksi, transportasi, serta daur ulang. Sementara data latar belakang mencakup faktor emisi bahan baku, sumber energi, hingga komponen.

Faktor listrik regional dan sertifikat energi hijau juga dimasukkan untuk mencerminkan perbedaan bauran listrik di berbagai wilayah China. Perhitungan emisi dilakukan berbasis standar siklus baterai nasional, namun tetap diselaraskan dengan kerangka penilaian siklus hidup internasional.

Sejumlah pemangku kepentingan dilibatkan dalam sistem ini. Produsen baterai bertanggung jawab memasukkan data, menghitung jejak karbon, dan mengunggah hasilnya. Pemasok menyediakan data terverifikasi terkait bahan baku, logistik, dan daur ulang. Lembaga verifikasi akan mengaudit dan mensertifikasi data, sementara universitas, lembaga riset, asosiasi industri, dan para ahli bertugas memperbarui basis data faktor emisi serta metodologi perhitungan.

MIIT menyatakan hasil uji coba pada 2026 akan menjadi dasar penyempurnaan standar dan penyusunan kebijakan pendukung. Proses ini akan dikoordinasikan dengan otoritas lain, termasuk regulator pasar, agar sejalan dengan kebijakan pengelolaan karbon nasional.

Pelaporan penuh direncanakan berjalan pada 2027, setelah alur kerja dan kualitas data dinilai matang. Melalui sistem pelaporan jejak karbon ini, China menargetkan penguatan keberlanjutan rantai pasok NEV, peningkatan transparansi emisi, serta pengakuan internasional atas data karbon baterai produksinya.

Sumber : voi.id
viewed :: 179
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net