| » Jadwal Formula 1 Miami 2026 « | » Jadwal WorldSBK Hungaria 2026 « |
|
14 Desember 2025
SHOWROOM - MOBIL
All New Nissan X-Trail - Bukan Sekadar Tampilan
![]() Hadir di awal tahun 2000 dengan versi built-up 2.000 cc, kemudian disusul versi APM dengan kapasitas 2.500 cc serta generasi kedua pada akhir 2008, kini generasi ketiga pun hadir di Tanah Air. Generasi ketiga ini cukup dinanti penggemar SUV. Maklum desainnya sangat berbeda dibandingkan dua generasi sebelumnya, yang lebih terlihat boxy atau serbakotak. Tak ada lagi 'peninggalan' desain dari pendahulunya, kecuali gril 'V' yang sudah muncul di model terakhir generasi pertama. Kini, desain rounded menyelimuti tubuh X-Trail terbaru. Tetapi soal kapasitas mesin, untuk pasar Tanah Air masih mengandalkan mesin 2.500 cc dan 2.000 cc dengan penggerak roda depan (FWD), transmisi otomatis CVT (tipe 2.5). Sedangkan 2.000 cc ada dua tipe transmisi, otomatis CVT dan Manual 6 percepatan. JIP mencoba tiga varian Nissan X-Trail terbaru ini. Tipe terendah adalah mesin 2.000 cc (MR20DD) dengan transmisi manual 6 percepatan. Di kelasnya, X-Trail tipe terendah yang dibanderol harga OTR DKI Rp 360 juta ini boleh dibilang cukup lengkap. Fitur seperti audio switch pada setir yang juga bisa disetel teleskopik dan tilt. Kemudian kamera dan sensor parkir saat mundur. Sebenarnya jika terdapat tambahan corner sensor, tentu akan memberi kemudahan pada pengemudinya. Reaksi mesin dan transmisi manual 6 percepatannya cukup responsif, perpindahan pun dalam rasio yang agak rapat, sehingga memungkinkan akselerasi berlangsung cepat. Pada tipe manual ini, rem parkir layaknya mobil premium, dengan tombol yang ditekan untuk mengaktifkan, dan ditarik untuk melepasnya. Namun perlu sedikit jeda waktu antara pengoperasian di tombol dan fungsi rem parkir bekerja. Sementara tipe di atasnya, yaitu otomatik 2.000 cc, memiliki segala kelengkapan yang ada di tipe manual, namun sudah menggunakan lampu LED serta intelligent key/push engine start button. Dan yang paling mengasyikkan, tentunya touchless hands free back door system. Jadi buka dan tutup pintu bagasi hanya dengan menekan tombol dari dasbor, atau pada pintu bagasi atau pun dari remote. Hal ini memudahkan membuka pintu bagasi kala kedua tangan sedang membawa barang cukup banyak. Pada tipe ini pun sudah mengadopsi around view mirror yang memungkinkan kita melihat sekeliling kendaraan dari 4 sisi. Dengan display ganda di headunit saat posisi gigi mundur, atau bisa ditampilkan sendiri ketika kendaraan sedang berjalan di jalur sempit. Sama dengan versi terendahnya, tampilan di dasbor pun sudah menyejukkan pandangan, terlebih adanya MID dengan LCD monitor yang cukup komplet. Berisikan kondisi kendaraan, mulai dari konsumsi bahan bakar, hingga penyetelan beberapa fitur pun bisa dilihat dari dasbor. Ada satu hal yang selalu melekat pada Nissan X-Trail sejak versi pertama. Yaitu ketersediaan pendingin minuman. Nah, kali ini pendingin minuman kaleng itu tak lagi berada di dasbor, tetapi pada konsol tengah, persis di belakang tuas persneling. Bentuknya seperti cup holder biasa, tetapi dilengkapi saluran udara dingin yang bisa diembuskan pada dua buah tempat minuman tersebut. Jika tak digunakan, saluran yang berasal dari embusan AC ini bisa ditutup. Pada Nissan X-Trail terbaru ini, baris ketiga menjadi sebuah kelengkapan anyar dibandingkan pendahulunya. Sistem lipatnya pun sangat mudah. Namun terus terang, kedua bangku belakang ini hanya cukup untuk dihuni anak-anak. Meski bangku tengah bisa digeser sekalipun, ruang kaki di baris ketiga ini tidak lega untuk orang dewasa. Tarikannya sendiri, tentunya terasa lebih halus ketimbang versi manual, meski memiliki mesin yang sama. Transmisi Xtronic ini memberikan akselerasi lebih cepat, juga mampu mengonsumsi bahan bakar lebih hemat. Ini karena putaran mesin bisa berlangsung lebih lambat, meski melaju pada kecepatan sama. Seperti ketika melaju dengan kecepatan 100 km/jam tipe CVT ini, mesinnya hanya berputar di bawah 2.000 rpm, sementara tipe manual pada 2.600 rpm. Varian tertinggi, tentu mendapatkan fitur terlengkap. Semua yang ada pada tipe 2.0 CVT akan ditambah fitur-fitur lainnya pada tipe teratas Nissan X-Trail baru ini. Pada tipe 2.5 CVT, bangku pengemudi dan penumpang depan disetel elektris, kemudian cruise control serta peyetelan AC individual dan kamera 360 derajat (Around View Mirror) yang memantau kondisi sekitar mobil. Begitu juga auto sensor untuk lampu utama dan penggerak wiper. Pengendaliannya sama dengan versi di bawahnya. Cukup lincah bermanuver, serta stabil di kecepatan tinggi. Hanya, ayunannya masih terasa terlalu empuk, walau belum memberikan efek body roll yang berlebihan. Memang, kondisi seperti ini agak kurang cocok di jalan mulus, tetapi ketika bertemu dengan permukaan jalan yang kurang rata, justru suspensinya mampu memberikan kenyamanan untuk seluruh penumpangnya. Ada catatan sedikit, bahwa suspensi depan kerap mengeluarkan bunyi agak keras ketika rebound di jalan bergelombang, atau bahkan 'polisi tidur' yang agak tinggi. Seperti yang biasa terdengar ketika menggunakan sokbreker yang jarak mainnya terlalu pendek. Sementara mesin 2.500 cc (QR25DE) menyambut baik respon dari pedal gas ke roda di permukaan jalan. Sentakannya lembut berkat transmisi CVT, namun kecepatan yang tercapai cukup cepat. Terutama di putaran menengah hingga atas, sesuai karakter transmisi CVT, putaran mesin akan bertahan di atas untuk memacu roda berputar semakin cepat. Konsumsi bahan bakar tipe tertinggi ini boleh dibilang lebih hemat dibandingkan 2.000 M/T, karena transmisi 'pintar'-nya mampu menjaga putaran mesin dengan kecepatan yang dihasilkan. Saat kecepatan yang dicapai sudah didapat, putaran mesin akan kembali turun setelah akselerasi tersebut. Untuk kecepatan 100 km/jam, hanya berada di putaran 1.500-1.600 rpm saja. Untuk konsumsi bahan bakar dalam kota, rata-rata 10,5 km per liter bisa dicapai, sementara untuk jalur tol kombinasi di luar kota, hingga 15 km per liter. Di lintasan off-road, kemampuannya cukup lumayan, karena memang sebenarnya X-Trail ini dibuat untuk versi 4x4 juga. Tetapi untuk versi Tanah Air yang berpenggerak roda depan (FWD), tentunya hanya bisa dipakai off-road ringan dengan kontur bebatuan dan tanah yang tidak terlalu licin. Di jalan seperti itu pun Nissan X-Trail ini mampu beradaptasi dengan baik. Sistem kontrol traksi mampu menjaga roda tidak berputar berlebihan. Asyiknya lagi, seluruh varian SUV ini memiliki fasilitas Hill Assist, sehingga ketika berhenti di tanjakan, pengemudi bisa mengangkat pedal rem sementara untuk berpindah ke pedal gas. [w33] Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
