PT. CITRA LODOK LESTARI
     Jadwal Formula 1 Miami 2026       Jadwal WorldSBK Hungaria 2026     
19 Desember 2025
SHOWROOM - MOBIL
Modifikasi Jeep SJ Wagoneer 1972 Gemerlap Bintang Tua


Old soldiers never die, they just fade away ... menjadi quote terkenal yang diucapkan oleh Jendral Douglas MacArthur, seorang Jendral besar Amerika semasa Perang Dunia II. Kalimat tertebut mengisyaratkan bahwa karisma prajurit tidak akan lekang oleh waktu sekalipun, bahkan ketika sang prajurit telah tiada. Seorang Gajahmada boleh saja telah tiada, namun gaung  dan semangat perjuangan Mahapatih Majapahit ini tetap terdengar.

Era SUV Jeep SJ Wagoneer boleh saja berakhir hampir seperempat abad silam, namun pesona SUV Amerika ini masih cukup kuat tertanam. Wagoneer dapat dikatakan sebagai sebuah bintang tua yang masih memiliki daya tarik yang cukup kuat. Bahkan kini sebuah Wagoneer, terutama Grand Wagoneer (di Amerika Serikat) pun masih dibandrol dengan harga tinggi dan mulai menjadi koleksi pecinta Jeep.  

Jerat pesona inilah yang juga dirasakan oleh Andreas Marta, dan kisahnya pun menjadi semakin nyata ketika sebuah SJ Wagoneer lansiran 1972 berhasil didapatkannya. "Sudah sejak lama saya terpikat dengan sosok Wagoneer. Menurutku, SUV ini memiliki disain bodi yang abadi, bahkan menurut saya belum bisa dikatakan ketinggalan jaman untuk ukuran SUV jaman sekarang," terang pria yang berkarir di bidang people dan organizatian development ini.

"Saya merasa cukup beruntung mendapatkan sebuah kendaraan dengan kondisi yang boleh dikatakan cukup lumayan. Kondisinya cukup lengkap, namun di sisi lain, mulai usang," ungkap bapak seorang putri ini. "Semula saya berniat merestorasi sesuai dengan spesifikasi aslinya, namun dirasa kurang pas karena kondisi mesin yang sudah tak segar lagi dan minimnya ketersediaan spare parts. Selain itu saya menginginkan SUV tua ini tetap bisa diajak menjadi kendaraan harian yang nyaman, dan tidak direpotkan dengan permasalahan teknis khas kendaraan tua saat dipergunakan," kekehnya.

Langkah idealis dan realistis pun lantas dipadu. Idealisme dapat dilihat dari dipertahankannya bodi klasik sang Wagoneer langkap dengan segala perniknya, sedangkan langkah realistisnya dapat ditemui pada penggunaan mesin, girboks dan transfercase yang dicomot dari XJ Cherokee. "Supaya kesan Wagoneer klasik semakin kentara, maka bodi SUV ini pun saya balut dengan stiker bermotif kayu. Potongan dan motif kayunya saya pilih model tahun 1975 dengan motif kayu yang lebih besar dibandingkan tahun 1972," jelasnya. "Sebelum tahun 1975, motif kayu pada bodi Wagoneer sifatnya adalah optional dan pada tahun 1975 lah motif kayu tersebut menjadi standar indentitas Wagoneer hingga produksinya berhenti," jelasnya. "Jadi ... Wagoneer belum mati namun hanya memudar saja," gelaknya sembari menutup perbincangan.

Spesifikasi :
Bodi                 : SJ Wagoneer
Sasis               : SJ Wagoneer
Gardan            : Dana44 OEM SJ Wagoneer
                        : Dana 44  OEM SJ Wagoneer
Suspensi         : per daun rigid axle (depan/belakang)
Mesin               : Powertech 242 cu.in (4.0 liter) High Output OEM XJ Cherokee
Transmisi         : Aisin-Wagner AW4 4 percepatan otomatis OEM XJ Cherokee
Tranfecase      : 2 percepatan part-time NP231 OEM XJ Cherokee
Pelek               : OEM Wagoneer
Wheeldop       : OEM  J-Truck 1970-1981
Ban                 : Dunlop SP Road Cripper 7.50 x 16
viewed :: 12032
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net