PT. CITRA LODOK LESTARI
   Jadwal MotoGP Grand Prix Inggris 2026, Silverstone   
08 Januari 2026
HEADLINE - MOBIL
BYD Ogah Terlibat Perang Harga Mobil Listrik Di Indonesia


Sejak menginjakkan kaki di pasar Indonesia, BYD menawarkan harga-harga yang menarik untuk mobil listriknya. Hal serupa juga kini diikuti banyak produsen mobil listrik, membuat perang harga terjadi di pasar Indonesia.

Salah satu yang bikin heboh saat BYD Atto 1 meluncur, di mana harganya tak sampai Rp200 juta. Itu langsung memicu efek domino, di mana sejumlah dealer mobil lain mulai meracik ulang strategi, bahkan menurunkan harga produk mereka.

Terutama, untuk model yang secara ukuran lebih kecil, padahal sebelumnya dijual lebih mahal. Tak berhenti di situ, tekanan pasar semakin terasa dengan kemunculan merek-merek baru yang berani bermain di zona harga lebih rendah.

<div align="center"><a href="https://voi.id/otoinfo/536708/cuma-rugikan-konsumen-byd-ogah-terlibat-perang-harga-mobil-listrik-di-indonesia" target="_blank" title="&nbsp;&nbsp;Cuma Rugikan Konsumen, BYD Ogah Terlibat Perang Harga Mobil Listrik di Indonesia&nbsp;&nbsp;"><img src="https://motormobile.net/css/images/voi.jpg" width="100%" class="cos"></a></div>

Salah satunya adalah Changan Lumin, walau secara dimensi, mobil ini lebih mungil dari Atto 1. Namun, strategi harga super kompetitif membuat namanya ikut meramaikan perbincangan di segmen mobil listrik terjangkau.

Namun, menurut Head of Marketing Communication PT BYD Motor Indonesia Luther T Panjaitan, harga bukan satu-satunya senjata untuk memenangkan hati konsumen tanah air. Salah satunya adalah dengan memberikan kualitas terbaik.

"Ada beberapa pertimbangan, yang kita lihat pertama kualitas produknya, kedua merek. Konsumen di Indonesia itu sangat perhatian dengan brand," kata Luther di Jakarta, yang dikutip beberapa waktu yang lalu

Ia menilai, mobil murah bisa saja menarik di awal, tetapi belum tentu mampu menjawab ekspektasi konsumen dalam jangka panjang jika kualitas dan reputasi mereknya belum teruji. Faktor lain yang dianggap krusial adalah komitmen jangka panjang sebuah merek di Indonesia.

Menurut Luther, kini konsumen semakin cermat melihat apakah sebuah brand hanya sekadar lewat atau benar-benar ingin bertahan dan berkembang. Ini terlihat dari program after sales yang diberikan, dan juga dealer.

"Ketiga, itu bagaimana program atau bisnis jangka panjang dari mereknya. Itu bisa memberikan rasa percaya konsumen terhadap merek. Misalnya, BYD, jaringan kita sudah membangun 62 showroom dan juga membangun pabrik, artinya ada jaminan terhadap keberlanjutan," ucapnya.

Di tengah panasnya persaingan, BYD menyatakan tak tertarik terjebak dalam perang harga. Strategi banting-bantingan harga justru dinilai berisiko merusak ekosistem industri dalam jangka panjang.

"Jadi kita, BYD adalah brand yang tidak mau masuk dan ikut-ikutan dalam pertarungan perang harga. Ujungnya hanya menghancurkan industri dan merugikan konsumen," papar Luther.

Alih-alih sekadar bermain murah, BYD memilih bertaruh pada kualitas, jaringan, dan keberlanjutan strategi yang mereka yakini. Bagi pabrikan asal China ini, hal tersebut lebih relevan bagi konsumen Indonesia yang semakin dewasa dalam memilih kendaraan listrik.

Sumber : voi.id
viewed :: 1189
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net