| » Jadwal MotoGP Grand Prix Inggris 2026, Silverstone « |
|
26 Agustus 2026
HEADLINE - MOBIL
ESI: Saatnya Indonesia Lebih Berperan Di Industri Otomotif
![]() Managing Director Energy Shift Institute (ESI) Putra Adhiguna mengatakan bahwa sudah saatnya Indonesia menjadi juara dalam industri manufaktur terutama pada sektor otomotif mengingat segala fasilitas dan keunggulan yang dimiliki. “Indonesia sudah terlalu lama tidak memiliki champion di dalam sektor manufaktur yang benar-benar berasal dari dalam negeri, sehingga sudah waktunya kita memiliki peran lebih di dalam produksi baik kendaraan mobil maupun motor,” ujar Putra saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, beberapa waktu yang lalu. Ia mencontohkan India yang telah memegang pangsa pasar domestik yang kuat berkat bisnis kerja sama gabungan atau joint venture yakni Maruti Suzuki. Ia menambahkan bahwa produksi mobil atau motor listrik nasional diharapkan bisa memanfaatkan listrik sebagai penggerak utama karena Indonesia masih menjadi negara yang mengimpor minyak. “Dan ke depannya cara paling penting untuk menggeser itu adalah menggunakan kendaraan listrik,” katanya lagi. Terkait infrastruktur, menurutnya hal pertama yang patut disoroti adalah keseriusan Pemerintah dalam memberikan dukungan yang stabil dan berkelanjutan pada jangka waktu panjang, “Pemerintah juga tetap harus bisa memberikan ruang untuk berpartner dengan perusahaan yang mungkin tidak dari Indonesia,” katanya lagi. Keberadaan negara lain dalam pembangunan industri tersebut diharapkan mampu mendukung dari sisi riset dan pengembangan. Menyoal infrastruktur, ia mengatakan bahwa infrastruktur stasiun pengisian baterai kendaraan listrik perlu diperbanyak, tak hanya berfokus di kota besar saja. “Jadi harapannya lagi-lagi mobil maupun motor listrik nasional penting didorong, tetapi juga penting untuk berpartner, bermitra dengan negara atau produsen lain. Dan juga kedua, penting untuk tidak menggunakan BBM, karena hanya akan memperpanjang defisit impor Indonesia ke depannya,” pungkasnya. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan akan mempercepat proses elektrifikasi mobilitas rakyat dalam penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Jakarta, Jumat. “Kita akan percepat proses elektrifikasi mobilitas rakyat. Subsidi BBM harus kita kurangi secara signifikan. Untuk itu, Pemerintah yang saya pimpin kemarin telah meluncurkan ekosistem motor listrik nasional,” katanya. Selain itu, ia juga mengumumkan akan berikan insentif untuk satu juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh pengusaha Indonesia. “Kebijakan ini mempunyai tiga tujuan sekaligus: menurunkan biaya kendaraan bagi rakyat, mengurangi konsumsi bahan bakar impor, dan membesarkan industri motor listrik nasional beserta rantai pasok baterai, komponen, perangkat lunak, serta layanan purnajualnya. Insentif ini adalah investasi untuk menjadikan rakyat Indonesia pasar pertama bagi karya anak Indonesia,” ujarnya lagi. Menurutnya, kehadiran motor listrik buatan Indonesia yang melaju di jalan raya merupakan tiga kemenangan sekaligus yakni penghematan bagi keluarga, pengurangan impor energi, dan pekerjaan bagi anak bangsa. Sumber : otomotif.antaranews.com
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
