| » Jadwal MotoGP Grand Prix Inggris 2026, Silverstone « |
|
03 Februari 2026
HEADLINE - MOBIL
BYD Bikin Teknologi Pengemudian Pintar Tak Lagi Eksklusif
![]() BYD semakin serius mendorong adopsi teknologi pengemudian pintar pada semua mobilnya. Pada 30 Desember 2025, perusahaan ini mengumumkan kepada investor bahwa sistem pengemudian cerdas God’s Eye akan terus diluncurkan ke seluruh lini kendaraannya. Dilansir dari Carnewschina, beberapa waktu yang lalu, hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi besar bertajuk Smart Driving for All. Langkah tersebut bertujuan mempercepat pemasyarakatan teknologi bantuan mengemudi canggih, tidak hanya pada model premium, tetapi juga ke kendaraan yang lebih terjangkau. BYD menegaskan, strategi ini ditopang oleh basis data cloud kendaraan terbesar di China, tim teknik EV berskala global, serta kapasitas produksi kendaraan energi baru yang masif. Kombinasi ini disebut memungkinkan penerapan sistem secara luas sekaligus peningkatan berkelanjutan. Meski rencana penerapan menyeluruh God’s Eye telah diumumkan sejak awal 2025, pembaruan pada Desember ini kembali menegaskan komitmen BYD untuk menjadikan teknologi bantuan mengemudi canggih lebih inklusif. Hingga November 2025, tercatat lebih dari 2,3 juta kendaraan BYD di China telah dibekali God’s Eye, termasuk sekitar 311.000 unit yang terjual di bulan November. Dengan banyak unit tersebut menghasilkan lebih dari 150 juta kilometer data bantuan mengemudi setiap hari. Data ini dimanfaatkan untuk menyempurnakan algoritma secara berkelanjutan tanpa perlu perubahan perangkat keras, sebuah pendekatan berbasis data yang menjadi kekuatan utama BYD. Secara teknis, God’s Eye mengusung arsitektur multi-level. Versi dengan spesifikasi tinggi disiapkan untuk model premium, sementara varian yang lebih hemat biaya ditujukan bagi kendaraan kelas bawah dan menengah. Pendekatan ini dinilai berbeda dari para pesaing yang umumnya membatasi fitur bantuan mengemudi tingkat lanjut hanya pada mobil mewah. Ekspansi ke segmen kendaraan massal juga memungkinkan BYD mempercepat adopsi di wilayah perkotaan hingga kota berkembang di China, seiring meningkatnya permintaan akan solusi mobilitas cerdas. Sepanjang 2025, penjualan kendaraan BYD dengan God’s Eye dilaporkan berlangsung agresif, memberi perusahaan pasokan data berkendara skala besar untuk validasi dunia nyata dan optimalisasi sistem. Sejumlah analis menilai basis instalasi BYD yang luas menjadi modal penting dalam pengembangan algoritma. Namun, mereka juga mencatat bahwa dari sisi skala global, volume data BYD masih berada di bawah fitur Full Self Driving milik Tesla, terutama dalam hal jangkauan internasional. Menariknya, dalam sesi tanya jawab investor pada 30 Desember, BYD tidak membeberkan detail spesifikasi teknis maupun jadwal peluncuran God’s Eye secara rinci per model. Perusahaan lebih menekankan arah strategis, perluasan ke pasar massal, serta implementasi yang sedang berjalan. Sumber : voi.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
