PT. CITRA LODOK LESTARI
   Jadwal MotoGP Grand Prix Inggris 2026, Silverstone   
04 Februari 2026
HEADLINE - MOBIL
Xpeng Dituding Tipu Konsumen Karena Pangkas Sensor Keselamatan


Produsen  kendaraan listrik asal China, Xpeng, sedang mendapatkan masalah yang cukup serius. Perusahaan itu dituding melakukan penipuan konsumen setelah diduga melepas radar gelombang milimeter dari sejumlah unit Xpeng G6 tanpa pemberitahuan resmi kepada pembeli.

Kasus ini terungkap lewat investigasi kantor berita Pemerintah China Xinhua News, melalui Economic Information. Polemik bermula dari pengakuan seorang konsumen di Beijing bernama Deng.

Saat melakukan perbaikan, Deng mendapati Xpeng G6 produksi 2023 miliknya tidak lagi memiliki dua radar gelombang milimeter di sudut depan. Padahal, komponen itu sebelumnya diiklankan sebagai bagian dari sistem bantuan pengemudi canggih.


Menurut Deng, Xpeng memasarkan G6 sebagai kendaraan dengan 31 sensor pengemudi cerdas yang menjanjikan kemampuan persepsi super dan pandangan menyeluruh dari atas. Namun, ketika ia mempertanyakan hilangnya radar tersebut pada Februari 2025, pihak Xpeng disebut menepis kekhawatirannya.

Perusahaan beralasan telah menerapkan konsep penyederhanaan perangkat keras tanpa mengurangi fungsi melalui sistem pengemudian berbasis visi murni bertajuk AI Eagle Eye. Sebagaimana dilansir dari Carnewschina, beberapa waktu yang lalu.

Tak berhenti di situ, Deng kemudian menyadari adanya perubahan pada manual pengguna digital di aplikasi Xpeng. Jumlah radar gelombang milimeter yang sebelumnya tercantum lima unit, diubah menjadi hanya tiga, tanpa pengumuman terbuka kepada konsumen.

Sedikitnya 159 pemilik Xpeng disebut telah menandatangani surat perlindungan hak konsumen bersama, menyuarakan keluhan serupa. Banyak di antara mereka baru mengetahui hilangnya radar tersebut ketika kendaraan menjalani servis rutin atau perbaikan.

Menanggapi pertanyaan Economic Information, Xpeng mengakui telah menghentikan penggunaan radar gelombang milimeter di sudut depan seiring peningkatan ke solusi pengemudian berbasis visi murni. Meski demikian, Xpeng menegaskan perubahan konfigurasi tersebut telah disampaikan melalui saluran resmi dan membantah tudingan penipuan.

Namun, para pemilik yang terdampak menolak klaim tersebut. Mereka menyebut pengurangan sensor berdampak nyata terhadap performa kendaraan, terutama dalam kondisi menantang seperti berkendara malam hari, di terowongan, cahaya latar kuat, hujan, salju, hingga area konstruksi.

Keluhan yang muncul antara lain pengereman mendadak di jalan tol, pengukuran jarak yang tidak akurat, serta kesulitan saat menyalip kendaraan besar. Pengamat industri menilai bahwa meskipun perdebatan soal pendekatan sistem pengemudian otonom masih berlangsung, mayoritas produsen  mobil global tetap mengandalkan banyak sensor demi redundansi dan keselamatan.

Dari sisi hukum, sejumlah pakar menilai tindakan Xpeng berpotensi melanggar Pasal 55 Undang-Undang Perlindungan Hak Konsumen China. Di mana, dinilai menyembunyikan fakta penting yang dapat memengaruhi keputusan pembelian.

Kontroversi ini juga mengingatkan pada laporan sebelumnya, ketika Xpeng disebut sempat mengganti komponen bermasalah pada model P7+ secara diam-diam tanpa penarikan resmi. Laporan tersebut pada akhirnya memaksa Xpeng melakukan penarikan kembali hampir 48.000 unit P7+.

Sumber : voi.id
viewed :: 1218
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net