PT. CITRA LODOK LESTARI
   Jadwal MotoGP Le Mans, Perancis 2026   
10 Mei 2026
HEADLINE - MOBIL
Belanda Akui Sistem FSD Tesla Sangat Aman Dalam Pengujian


Sistem Full Self-Driving (FSD) milik Tesla akhirnya memperoleh persetujuan penggunaan di Belanda setelah melalui lebih dari 18 bulan pengujian dan evaluasi oleh RDW. Keputusan ini menjadi tonggak penting sekaligus membuka peluang ekspansi teknologi tersebut ke wilayah Eropa yang lebih luas.

"Versi terbaru FSD yang masih dalam pengawasan disebut memberikan kontribusi positif terhadap keselamatan jalan raya, yang lebih memberikan keamanan kepada pengemudiā€ kata RDW, seperti dilansir Carscoops, beberapa waktu yang lalu.

Menyusul persetujuan tersebut, Tesla menyatakan akan segera menghadirkan teknologi ini di Belanda. Sehingga, nantinya pengguna dapat merasakan pengalaman berkendara tanpa harus memegang kemudi, baik di area perkotaan maupun jalan tol.


Lebih jauh, restu dari RDW tidak hanya berdampak lokal. Persetujuan ini berpotensi menjadi pintu masuk bagi penerapan FSD di negara-negara anggota Uni Eropa. Namun demikian, sebelum diterapkan secara luas, RDW masih perlu mengajukan proses autentikasi di tingkat regional yang kemudian harus mendapatkan persetujuan dari negara anggota melalui mekanisme pemungutan suara.

Mayoritas dukungan menjadi syarat utama agar sistem ini bisa diadopsi secara menyeluruh di Uni Eropa. Meski begitu, jika tidak tercapai, masing-masing negara tetap memiliki kewenangan untuk memberikan persetujuan secara mandiri, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters.

Sejak pengumuman tersebut, Tesla aktif membagikan berbagai video uji coba FSD Supervised di Belanda melalui platform X. Meski demikian, RDW menegaskan bahwa kendaraan dengan FSD Supervised bukanlah kendaraan yang dapat mengemudi sendiri.

Lalu, menekankan bahwa pengemudi tetap bertanggung jawab dan harus selalu mempertahankan kendali. Dalam keterangannya, RDW juga menyebut bahwa sistem bantuan pengemudi Tesla lebih mendukung pengemudi daripada sistem lain karena mengambil alih berbagai tugas mengemudi saat diaktifkan.

Lembaga tersebut menambahkan, karena pemantauan ketat yang terus menerus terhadap pengemudi di dalam kendaraan, sistem ini lebih aman daripada sistem bantuan pengemudi lainnya. Hal tersebut disimpulkan setelah melalui pengujian baik di lintasan khusus maupun jalan umum.

Apabila sistem mendeteksi pengemudi tidak sepenuhnya fokus saat berkendara, berbagai peringatan akan diaktifkan untuk menarik perhatian. Dalam kondisi tertentu, sistem bahkan dapat dinonaktifkan sementara guna memastikan keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Sebelumnya, FSD Tesla sempat memicu kontroversial. Bahkan, Euro NCAP sebagai lembaga pengujian keselamatan kendaraan yang menjadi acuan global.

Mereka menilai sistem tersebut berpotensi berbahaya dan belum memenuhi standar tanggung jawab sebagai teknologi self-driving sejati. Pernyataan ini dilontarkan oleh Direktur Teknis Euro NCAP, Richard Schram, seperti dilansir laman Drive. Ia menegaskan bahwa teknologi FSD yang selama ini dipromosikan secara agresif tidak akan mendapat penilaian tinggi berdasarkan kriteria pengujian keselamatan saat ini.

Sumber : voi.id
viewed :: 132
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net