PT. CITRA LODOK LESTARI
   Jadwal Lengkap Grand Prix F1 Kanada 2026   
11 Juni 2026
SPORTS - MOBIL
Red Bull Menemukan Penyebab DNF Max Verstappen


Laurent Mekies mengatakan Red Bull telah mengidentifikasi penyebab mundurnya Verstappen di Monaco dan mengatakan pihaknya sudah berencana untuk mengganti unit daya mobilnya menjelang balapan Barcelona.

Meskipun Max Verstappen mengejutkan banyak orang dengan meraih posisi kedua di babak kualifikasi pada hari Sabtu, balapannya berakhir hampir seketika pada hari berikutnya. Pebalap Belanda itu sudah merasakan beberapa anomali selama lap formasi Formula 1, kemudian kesulitan mendapatkan putaran mesin (RPM) yang tepat selama prosedur pra-start. Pukulan telak terakhir datang ketika ia kehilangan daya mesin sepenuhnya segera setelah melepaskan kopling.

Berbicara kepada media termasuk Motorsport.com, kepala tim Laurent Mekies mengkonfirmasi bahwa masalah terkait mesin adalah penyebab drama di awal Grand Prix Monaco dan mengungkapkan bahwa Red Bull memang bermaksud untuk mengganti unit daya setelah akhir pekan Monaco.


“Kami telah mengidentifikasi apa masalahnya,” kata Mekies, tanpa menjelaskan lebih detail. “Masalah itu muncul saat lap pemanasan dan tidak memberi dia atau kami kesempatan. Jadi, itulah masalahnya. Seperti yang mungkin Anda ketahui, ini juga merupakan unit daya (PU) pertama Max musim ini, yang rencananya akan diganti setelah Monaco.”

Yang terakhir adalah taktik umum di antara tim-tim. Monaco bukanlah sirkuit yang sensitif terhadap tenaga karena tata letaknya yang berkelok-kelok, artinya banyak tim memilih untuk menggunakan unit daya yang lebih tua di Monte Carlo sebelum beralih ke unit daya yang baru menjelang akhir pekan Barcelona.

“Ini bukan yang kami inginkan,” tambah Mekies. “Jelas, kami hanya bisa meminta maaf kepada Max karena pekerjaan yang telah dia lakukan bersama tim untuk mencapai kecepatan setinggi itu di Monaco sangat luar biasa. Mungkin masih terlalu dini untuk membahas solusinya, tetapi kami pikir kami telah mengidentifikasi masalahnya.”

Laurent Mekies, Kepala Tim Red Bull Racing

Akankah Barcelona menjadi ujian sesungguhnya bagi Red Bull?
Verstappen sendiri mengatakan bahwa ia tidak terlalu kecewa dibandingkan jika pengunduran diri ini secara signifikan memengaruhi peluangnya meraih gelar juara. Dengan pebalap Red Bull itu saat ini berada di posisi ketujuh dalam klasemen kejuaraan, hal itu tidak terjadi.

“Jika saya memimpin kejuaraan, tentu saja itu akan sangat, sangat menyakitkan. Seperti ini, rasa sakitnya berkurang, tetapi tetap saja sangat menjengkelkan dan mengecewakan bagi semua orang,” kata juara dunia empat kali itu.

“Tentu saja kami tahu bahwa setiap orang ingin menyelesaikan setiap balapan, tetapi ya, saya hanya berharap kita dapat segera memahami apa masalahnya dan memperbaikinya untuk masa depan.”

Sisi positif bagi Red Bull adalah kecepatan yang luar biasa ada di Monaco, dan di sirkuit tempat Verstappen awalnya bercanda bahwa ia membutuhkan punggung baru untuk bisa melewati akhir pekan ini.

“Max tampil kuat pada hari Jumat, kami mencoba untuk memaksimalkannya sedikit lagi, tetapi kami tidak berhasil melakukannya di FP3, jadi kami harus menemukan titik optimal lainnya,” Mekies merenungkan akhir pekan yang penuh dengan keberuntungan yang beragam.

“Para kru sangat brilian dalam menemukan titik optimal lainnya, mungkin lebih baik daripada yang hari Jumat, setidaknya untuk kualifikasi. Untuk balapan kita tidak akan pernah tahu. Dan jujur ??saja kita juga tidak akan pernah tahu untuk Isack [Hadjar] karena besarnya masalah yang kami hadapi.”

Max Verstappen, Red Bull Racing RB22

Meskipun kecepatan yang diperlihatkan Red Bull di Monaco memberikan alasan untuk optimistis, Max Verstappen menilai bahwa hasil tersebut belum cukup untuk menjadi tolok ukur utama. Menurutnya, balapan berikutnya di Barcelona akan memberikan gambaran yang jauh lebih jelas mengenai kekuatan sesungguhnya tim. Karena karakteristik lintasan yang berbeda, GP Barcelona diyakini akan menjadi ujian penting bagi perkembangan dan performa mobil Red Bull.

Verstappen menjelaskan bahwa mobil Red Bull tampil cukup kompetitif di lintasan berkecepatan rendah yang tidak memiliki banyak tikungan cepat. Ia mengakui bahwa kondisi seperti itu lebih sesuai dengan karakter mobil mereka saat ini. Namun, berdasarkan pengamatannya sepanjang musim ini, tikungan berkecepatan tinggi masih menjadi salah satu area yang relatif lemah bagi tim. Oleh sebab itu, hasil yang diperoleh di Monaco belum tentu dapat langsung diterjemahkan ke balapan berikutnya.

Meski demikian, Verstappen tetap menyimpan harapan terhadap sejumlah perubahan yang telah diterapkan pada mobil Red Bull. Ia berharap modifikasi tersebut mampu memberikan peningkatan performa ketika menghadapi tantangan di Barcelona. Namun pebalap asal Belanda itu juga mengakui bahwa dirinya belum dapat memastikan seberapa besar dampak positif yang akan dihasilkan. Karena itu, akhir pekan balap di Barcelona akan menjadi kesempatan penting untuk melihat efektivitas perubahan yang telah dilakukan tim.

Sumber : id.motorsport.com
viewed :: 146
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
Copyright 2013 motormobile.net