PT. CITRA LODOK LESTARI
   Jadwal Lengkap Grand Prix F1 Kanada 2026   
17 Juli 2026
SPORTS - MOTOR
Pirelli Tetap Pertahankan Aturan Tekanan Ban MotoGP 2027


Berita MotoGp kali ini datang dari Honda yang mengucapkan selamat tinggal kepada Joan Mir pada tanggal 2 Juli melalui sebuah unggahan di media sosial, menjelang akhir masa empat tahunnya bersama HRC untuk bergabung dengan Gresini pada musim MotoGP 2027. Dalam unggahan tersebut, pabrikan Jepang ini menuliskan: "Tiga podium dan semangat juaramu bersinar terang sebagai sorotan."

Namun, fakta statistik kejuaraan menunjukkan bahwa Mir hanya meraih dua podium bersama Honda – di Jepang dan Malaysia tahun lalu. Meski demikian, pebalap asal Mallorca ini juga naik podium di GP Catalunya tahun ini dengan finis di posisi kedua. Namun, dalam hasil akhir, ia tercatat di posisi ke-13. Apa yang sebenarnya terjadi?

Lebih dari satu jam setelah perayaan podium, panel steward mengumumkan bahwa Mir melanggar aturan tekanan ban, memberinya hukuman berat. Insiden serupa juga terjadi pada Maverick Vinales tahun lalu, ketika ia finis kedua di Austin tetapi dikeluarkan dari podium lebih dari satu jam kemudian karena alasan yang sama.


Sejak implementasinya pada tahun 2023, aturan tekanan ban di MotoGP tak henti-hentinya memicu kontroversi. Dengan pergantian pemasok ban di tahun 2027, banyak yang berharap Pirelli akan berhenti menerapkannya – sebuah rumor yang dibantah oleh produsen Italia tersebut.

Giorgio Barbier, direktur balap sepeda motor Pirelli, dalam sebuah wawancara eksklusif menjelaskan bahwa mereka akan tetap menerapkan aturan tersebut. Ia menekankan pentingnya menghormati pemasok MotoGP saat ini, Michelin, yang telah menetapkan aturan tersebut bersama Dorna karena percaya bahwa tekanan rendah dapat membahayakan.

Aturan ini mewajibkan pebalap menjaga tekanan ban depan di atas 1,80 bar (1,68 untuk ban belakang) selama 60% dari lap dalam balapan grand prix, dan 30% dalam balapan sprint, dengan penalti masing-masing 16 dan 8 detik untuk ketidakpatuhan.

Barbier mengakui bahwa ban Pirelli memiliki jendela tekanan operasi yang lebih luas dibandingkan karakteristik ban lain. Menurutnya, perubahan tekanan yang terjadi selama balapan tidak memberikan dampak yang terlalu besar terhadap performa ban di lintasan. Hal tersebut menunjukkan bahwa ban tetap mampu bekerja dengan baik meskipun terjadi variasi tekanan dalam batas tertentu.

Menurut Barbier, salah satu keunggulan ban Pirelli terletak pada rentang tekanan operasinya yang cukup lebar. Dengan karakteristik tersebut, perubahan tekanan ban tidak langsung memengaruhi tingkat performa secara signifikan ketika motor sedang digunakan. Kondisi itu membuat pebalap masih dapat mempertahankan performa kompetitif sepanjang jalannya balapan.

Meskipun mengakui kelebihan yang dimiliki ban Pirelli, Barbier menegaskan masih ada persoalan lain yang perlu mendapat perhatian. Ia menilai situasi ketika seorang pebalap harus kehilangan hasil yang telah diraih setelah balapan selesai merupakan hal yang tidak ideal. Menurutnya, kondisi seperti itu seharusnya tidak terus berulang dalam sebuah kejuaraan.

Barbier secara tegas menyatakan bahwa melihat seorang pebalap dikeluarkan dari posisi podium sekitar satu jam setelah balapan berakhir merupakan sesuatu yang tidak dapat terus terjadi. Ia menilai situasi tersebut kurang baik bagi olahraga balap dan berharap ke depan dapat ditemukan solusi agar persoalan seperti itu tidak kembali terulang.

Sumber : ligaolahraga.com
viewed :: 133
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net