| » Jadwal MotoGP Grand Prix Inggris 2026, Silverstone « |
|
19 Oktober 2026
SPORTS - MOBIL
Kesalahan Bahan Bakar Fatal Team 18 Di Bathurst 2026
![]() Kegagalan taktis yang berujung kepedihan mendalam harus ditelan oleh Anton De Pasquale dan rekan setimnya, Lee Holdsworth, ketika kemenangan di ajang balap paling bergengsi di Australia, Bathurst, direnggut secara kejam akibat tangki bahan bakar yang kurang terisi penuh menjelang garis akhir. Mobil yang dikendarai melambat secara drastis saat mendekati tikungan ikonik Griffins Bend dengan sisa jarak kurang dari satu putaran penuh. Situasi darurat ini langsung dimanfaatkan dengan baik oleh Brodie Kostecki bersama co-driver Dick Johnson Racing, Todd Hazelwood, untuk menyambar posisi podium teratas secara dramatis. Badai kritik tajam langsung menghantam Team 18 pascalomba akibat blunder fatal tersebut. Sang pemilik tim, Charlie Schwerkolt, mengonfirmasi bahwa insiden menyedihkan itu dipicu oleh adanya gangguan teknis pada perangkat lunak strategi bahan bakar tim. Namun, pembelaan teknis yang disampaikan tersebut tidak dapat diterima oleh legenda balap Australia, Mark Skaife. Ia menyampaikan kritik terhadap penjelasan itu saat berbicara dalam acara Fox Sports MotorRacing 360. Menurutnya, tim seharusnya mampu melakukan perhitungan yang jauh lebih matang dan teliti terkait kebutuhan bahan bakar pada pit stop terakhir. Dalam penampilannya di Fox Sports MotorRacing 360, Mark Skaife menyoroti pentingnya perhitungan yang tepat menjelang akhir balapan. Ia menilai tim semestinya sudah memperhitungkan kebutuhan bahan bakar dengan cermat ketika melakukan pit stop terakhir, sehingga persoalan mendasar seperti itu tidak seharusnya muncul dalam kompetisi sebesar ini. Skaife secara tegas menyampaikan ketidakpuasannya terhadap situasi tersebut. Ia menganggap kejadian itu sangat buruk dan tidak dapat dimaafkan, terutama karena berlangsung dalam ajang balap mobil terbesar di Australia. Kritiknya menekankan bahwa tim seharusnya memiliki perencanaan yang matang untuk menghindari kesalahan mendasar pada tahap akhir perlombaan. "Ini mengerikan, tapi ini tidak bisa dimaafkan. Ini adalah balapan mobil terbesar di Australia," tegas Skaife. Melalui pernyataan tersebut, ia menekankan bahwa kesalahan yang terjadi tidak dapat dipandang sebagai persoalan kecil. Menurutnya, besarnya ajang balap tersebut membuat setiap tim harus mampu menjalankan strategi secara cermat. Ia juga menegaskan bahwa pit stop terakhir merupakan momen penting yang membutuhkan perhitungan bahan bakar secara tepat. Pada tahap tersebut, tim harus memastikan jumlah bahan bakar yang dimasukkan sesuai dengan kebutuhan mobil untuk menyelesaikan balapan. Perhitungan yang akurat menjadi bagian mendasar dari strategi yang seharusnya dipersiapkan dengan baik. "Pada pemberhentian terakhir Anda, Anda harus memasukkan jumlah bahan bakar yang tepat," ujar Skaife. Ia menilai bahwa kebutuhan bahan bakar pada pit stop terakhir semestinya sudah diperhitungkan secara matang oleh tim. Dengan perhitungan tersebut, mobil dapat melanjutkan perlombaan tanpa menghadapi persoalan yang seharusnya bisa diantisipasi sejak awal. Skaife juga menekankan bahwa strategi pit stop terakhir harus memungkinkan pebalap melaju dengan maksimal hingga garis finis. Tim perlu memastikan jumlah bahan bakar yang cukup agar mobil dapat menyelesaikan balapan dengan baik. Menurutnya, kemampuan memperhitungkan kebutuhan tersebut merupakan aspek mendasar yang wajib diperhatikan dalam persaingan balap mobil. Dalam kritiknya, Skaife menegaskan bahwa tim harus merencanakan pit stop terakhir secara teliti, terutama dalam menentukan jumlah bahan bakar yang dibutuhkan. Ia menilai perhitungan tersebut seharusnya memungkinkan pebalap melakukan sprint hingga akhir perlombaan. Karena itu, ia menganggap persoalan tersebut tidak dapat dimaafkan dalam ajang balap mobil terbesar di Australia. Sumber : sportrik.com
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
