PT. CITRA LODOK LESTARI
   Jadwal MotoGP Grand Prix Inggris 2026, Silverstone   
29 Oktober 2026
SPORTS - MOTOR
MotoGP Qatar Dinilai Jadi Contoh Buruk Jika Tetap Digelar Di Tengah Konflik


Rencana penyelenggaraan MotoGP Qatar 2026 menuai penolakan di tengah konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah. Salah satu bos tim MotoGP menilai risiko keamanan terlalu besar meskipun nantinya balapan bisa berjalan lancar.

Penyelenggaraan MotoGP Qatar 2026 semakin menjadi perdebatan menjelang seri Malaysia di Sirkuit Sepang. Kekhawatiran terhadap situasi keamanan di Timur Tengah membuat sejumlah pebalap dan pihak tim mempertanyakan apakah balapan di Qatar seharusnya tetap digelar.

MotoGP Qatar semula dijadwalkan berlangsung pada April. Namun jadwal tersebut diubah setelah perang Iran berkembang menjadi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. MotoGP kemudian memindahkan balapan ke penghujung musim dengan harapan situasi keamanan membaik menjelang November.


Namun situasi perang yang kembali memanas semakin mengancam nasib gelaran balap MotoGP ini. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran mengenai keselamatan pebalap, kru, dan seluruh personel yang terlibat.

Menurut laporan selama akhir pekan MotoGP Australia, para pebalap menggelar pemungutan suara terkait penyelenggaraan MotoGP Qatar. Sebanyak 15 pebalap dilaporkan menyatakan penolakan untuk berlomba di sana. Sikap tersebut kemudian disampaikan kepada tim masing-masing.

Para pebalap juga menginginkan jaminan keamanan dari CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta, beserta pihak penyelenggara. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kejelasan prosedur evakuasi jika situasi memburuk secara tiba-tiba.

Seorang pimpinan tim yang tidak ingin disebutkan namanya menyampaikan pandangan tegas kepada GPOne. Ia menilai penyelenggaraan GP Qatar, termasuk ajang Formula 1, bukan keputusan yang tepat dalam situasi saat ini.

Menurutnya, balapan yang berjalan lancar bukan berarti risiko yang dihadapi bisa diabaikan. Sebaliknya, keberhasilan menggelar acara besar di tengah situasi tidak stabil berpotensi menciptakan contoh yang berbahaya untuk masa depan.

Ia juga mengingatkan kemungkinan sebuah acara internasional yang dipenuhi warga negara asing menjadi sasaran pihak yang bermusuhan dengan Qatar. Karena itu, ia menilai risiko tersebut harus dipertimbangkan secara serius. “Menurut saya, mengambil risiko seperti itu tidak dapat diterima,” ujar pimpinan tim tersebut.

Penolakan dari kalangan tim dan pebalap diperkirakan menjadi salah satu topik utama dalam agenda media MotoGP Malaysia pada Kamis. Meski demikian, keputusan akhir mengenai nasib GP Qatar belum dipastikan dan masih menunggu perkembangan lebih lanjut.

Sumber : ligaolahraga.com
viewed :: 157
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net