PT. CITRA LODOK LESTARI
   Jadwal Lengkap Grand Prix F1 Kanada 2026   
10 Juli 2026
HEADLINE - MOBIL
Rupiah Terus Tertekan, Auto2000 Coba Tahan Harga Oli Dan Suku Cadang


Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat belum membuat Auto2000 menaikkan harga komponen kendaraan maupun oli yang dijual di jaringan bengkelnya. Padahal, sejumlah material yang digunakan masih bergantung pada pasokan impor.

Chief Executive Officer (CEO) Auto2000, Anton Jimmy Suwandy, mengatakan hingga saat ini belum ada rencana penyesuaian harga untuk oli maupun komponen kendaraan. Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya perubahan kebijakan pada masa mendatang seiring perkembangan nilai tukar dan kondisi pasar.

"Untuk oli sampai sekarang belum ada kenaikan. Tapi saya nggak tahu ke depannya bagaimana, apalagi sekarang dollar udah Rp 18 ribu. Kan beberapa komponen seperti oli impor, meski ada yang lokal juga," ujar Anton saat ditemui di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, belum lama ini.


Menurut Anton, Auto2000 tidak menerapkan strategi penetapan harga yang langsung mengikuti kenaikan biaya akibat penguatan dolar. Perusahaan tetap mempertimbangkan kondisi pasar dan daya beli konsumen sebelum memutuskan penyesuaian harga.

"Strategi kita bukan cost plus, jadi bukan serta merta dollar naik 10 persen, terus harga juga naik 10 persen. Kita juga melihat kondisi di pasar seperti apa, kita akan naikkan sesuai timing dan angka yang harapannya bisa diterima masyarakat," tambahnya.

Meski demikian, Anton mengakui belum ada kepastian mengenai berapa lama harga komponen dan oli dapat dipertahankan. Saat ini, Auto2000 bersama distributor masih berupaya menjaga harga tetap stabil setidaknya hingga beberapa waktu yang lalu.

"Nggak ada yang tahu, tapi kita diskusi dengan distributor minimal kita sampai bulan ini tidak ada kenaikan. Tapi Juli onward kita masih menunggu kabar, kita koordinasi tersebut dengan TAM apakah ada kenaikan atau tidak," ungkapnya.

Di tengah ketidakpastian ekonomi dan fluktuasi kurs yang masih berlangsung, Anton menyarankan konsumen untuk tidak menunda pembelian kendaraan maupun kebutuhan servis. Menurutnya, perubahan harga sewaktu-waktu dapat terjadi apabila tekanan terhadap nilai tukar terus berlanjut.

"Saya juga mengimbau, teman-teman di cabang, kalau butuh pembelian mobil dan servis, ya jangan ditunda-tunda karena kalau melihat kondisi sekarang kan tidak bisa dikontrol,"pungkasnya.

Sumber : voi.id
viewed :: 147
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net