| » Jadwal Lengkap Grand Prix F1 Kanada 2026 « |
|
19 Juli 2026
HEADLINE - MOBIL
Konsumen China Beralih Ke NEV Di Tengah Kenaikan Bahan Bakar
![]() Bagi Wang, seorang komuter harian di Kota Chongqing, China barat daya, peralihan dari mobil berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik (electric vehicle/EV) telah membawa perubahan besar dari segi finansial. Biaya bahan bakar bulanannya, yang semula mencapai lebih dari 1.200 yuan (1 yuan = Rp2.633), kini turun drastis menjadi di bawah 200 yuan untuk pengisian daya listrik, sehingga menghasilkan penghematan tahunan sekitar 12.000 yuan. Pengalaman Wang mencerminkan pergeseran besar yang lebih luas di pasar otomotif terbesar di dunia tersebut. Menurut Asosiasi Manufaktur Mobil China (China Association of Automobile Manufacturers/CAAM), pada Mei, kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) menyumbang 56,9 persen dari total penjualan mobil baru di China, dibandingkan dengan 50,8 persen pada 2025 dan 40,9 persen pada 2024. Dengan hampir 1,5 juta unit terjual bulan lalu, pasar NEV di negara tersebut terus tumbuh dengan kecepatan yang melampaui ekspektasi global. Wakil Sekretaris Jenderal CAAM Chen Shihua mengaitkan momentum tersebut dengan kombinasi antara penurunan biaya, peningkatan teknologi yang pesat dan perubahan mendasar pada preferensi konsumen. Di saat penjualan mobil berbahan bakar bensin konvensional melemah, NEV justru menciptakan jalur pertumbuhan independen. Bagi para pembeli di China, daya tarik NEV bukan hanya soal penghematan biaya. Medan persaingan telah bergeser ke area kabin berbasis perangkat lunak (software-defined cabin). Model-model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) domestik semakin banyak diintegrasikan ke dalam kendaraan, mengubah pengalaman berkendara dari tugas mekanis menjadi sesuatu yang sangat intuitif. Beberapa model kendaraan kini menggunakan sensor dan pengenalan wajah (facial recognition) untuk mendeteksi suasana hati pengemudi, secara otomatis menyesuaikan pencahayaan kabin, musik, hingga aroma di dalam mobil. Seorang manajer dealer di Chongqing mengatakan bahwa konsumen kini tidak lagi terpaku pada tenaga mesin, tetapi lebih mengutamakan fitur pintar dan pengalaman pengguna secara keseluruhan. Dorongan yang berfokus pada teknologi ini terjadi bersamaan dengan penurunan harga yang cukup drastis. Seiring stabilnya biaya material baterai dan teknik manufaktur canggih, seperti pengecoran cetak terintegrasi (integrated die-casting), menjadi standar, para produsen mobil meneruskan penghematan biaya tersebut langsung kepada konsumen. Merek-merek, seperti BYD dan Leapmotor, kini menawarkan kendaraan dengan sistem bantuan pengemudi canggih dengan harga di bawah 100.000 yuan, dengan beberapa NEV entry-level dibanderol sekitar 80.000 yuan. Infrastruktur pengisian daya, yang sejak lama disebut-sebut sebagai potensi hambatan, juga terus berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan. Menurut Administrasi Energi Nasional China, negara tersebut telah membangun hampir 22 juta fasilitas pengisian daya di seluruh penjuru negeri hingga April. Jaringan tersebut kini membentang dari pusat-pusat perkotaan hingga daerah pedesaan terpencil, mewujudkan janji bahwa pengisian daya akan menjadi semudah mengisi ulang bensin bagi jutaan pengemudi. Insentif Pemerintah, termasuk subsidi tukar tambah, turut memperkuat momentum ini. Menurut Hua Guowei, seorang profesor di Universitas Jiaotong Beijing, konvergensi harga minyak global yang tinggi, kemajuan teknologi yang pesat, serta basis konsumen muda yang melek teknologi mempercepat transisi tersebut. Performa tinggi, desain trendi, dan gaya hidup rendah karbon berpadu untuk mendorong gelombang baru mobilitas hijau ini. Dengan memanfaatkan rantai pasokan yang sangat terintegrasi dan pasar domestik yang besar, China mengukuhkan posisinya sebagai produsen dan penjual NEV terbesar di dunia selama bertahun-tahun secara beruntun. Para pakar industri menilai bahwa dengan mempercepat peluncuran NEV, China menyediakan jalur yang layak bagi transisi hijau dan rendah karbon global, serta mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan. Sumber : otomotif.antaranews.com
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
